Mendag cabut izin pedagang permainkan harga pangan jelang Ramadan
Mendag cabut izin pedagang permainkan harga pangan jelang Ramadan. Dirinya meminta gubernur dan kepala daerah aktif melaporkan harga pangan untuk menangkal praktik curang ini. Selain itu, pihaknya telah mengeluarkan Permendag No 20/M-DAG/PER/3/2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengancam mencabut izin usaha pedagang yang ketahuan mempermainkan harga pangan jelang Ramadan. Dirinya meminta gubernur dan kepala daerah aktif melaporkan harga pangan untuk menangkal praktik curang ini.
"Pengawasan akan kami lakukan, sebab kami juga telah menerapkan harga eceran tertinggi (HET) bagi beberapa bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng kemasan serta daging," katanya seperti dikutip dari Antara di Surabaya, Rabu (19/4).
Selain itu, pihaknya telah mengeluarkan Permendag No 20/M-DAG/PER/3/2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok untuk mengantisipasi lonjakan harga saat Ramadan.
"Ada kewajiban distributor atau subdistributor pangan untuk mendaftar secara daring dan sederhana dengan mengisi dan melaporkan stok, sehingga diharapkan melalui kebijakan tersebut, pasokan dan harga bahan pokok saat Ramadan dan menjelang Lebaran 2017 stabil," katanya.
Sebelumnya, laporan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim telah menunjukkan stok bahan pokok cukup memadai dan harga terpantau stabil, dengan HET yang telah ditentukan. Seperti gula Rp 12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000/liter, dan daging beku Rp 80.000/kg.
Baca juga:
Kereta jadi idola pemudik, menhub blusukan ke Stasiun Pasar Senen
Jelang Ramadan, Indonesia diserbu sayur dan buah impor dari China
Pemerintah waspadai kenaikan harga pangan saat Ramadan
Ini cara menteri Jokowi tekan kenaikan harga sembako jelang Ramadan
Ini jurus mendag sikat distributor nakal penimbun pangan di Ramadan
Mulai 16 April, KAI buka pembelian tiket kereta mudik tambahan
Jelang Ramadan, dua menteri Jokowi minta pedagang tak naikkan harga