LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mendag: Buat Resesi Ekonomi Jadi Peluang untuk Indonesia

Menurut dia, pasar non-tradisional seperti di kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika menyimpan potensi luar biasa. Bahkan, Mendag melirik wilayah Eropa Timur yang tengah dilanda konflik geopolitik sebagai pasar potensial.

2022-10-27 15:07:00
Resesi Ekonomi
Advertisement

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan tidak terlalu mencemaskan soal ancaman resesi global yang menghantui perekonomian dunia. Justru, kondisi tersebut bisa jadi peluang bagi Indonesia, khususnya untuk mendongkrak ekspor ke pasar non-tradisional.

"Buat kita resesi ini jadikan peluang. Memang dunia melambat terutama barat. Tapi tadi, Asia Selatan itu 1,5 miliar orang (populasinya), uangnya ada," ujar Mendag dalam Konferensi Maju Digital yang digelar GoTo di The Kasablanka Hall, Jakarta, Kamis (27/10).

Menurut dia, pasar non-tradisional seperti di kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika menyimpan potensi luar biasa. Bahkan, Mendag melirik wilayah Eropa Timur yang tengah dilanda konflik geopolitik sebagai pasar potensial.

Advertisement

"Ya selama ini kita enggak lihat, Afrika 1 miliar orang uangnya ada, bisa beli. Sekarang kita serbu dong. Timur Tengah kan minyak, enggak resesi dia. Afrika juga (ada) sumber daya alam, uangnya ada. Nah makanya kita masuk ke Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Eropa Timur," tuturnya.

Pria yang kerap disapa Zulhas ini menyatakan, Indonesia di tengah situasi krisis pun cenderung punya modal kuat, berupa pertumbuhan ekonomi stabil. Begitu pun neraca perdagangan yang terus mencatat surplus.

Advertisement

Jangan Pesimis

"Di tengah dunia yang seperti ini, kota bersyukur masih tumbuh 5,44 persen. Memang tidak yang tertinggi, tapi masih rata-rata tertinggi di dunia. Juga, di triwulan pertama kita masih surplus ekspor USD 35 miliar, tumbuh 35,42 persen," paparnya.

Oleh karenanya, Mendag bingung masih ada sejumlah pihak yang sanksi terhadap pertumbuhan Indonesia di tengah situasi sulit ekonomi global.

"Kita boleh kritis, boleh marah, tapi jangan pesimis. Ada orang yang menilai Indonesia itu jelek, tidak," tegas Mendag.

"Saya ke Amerika, ke India, juga ke Timur Tengah, saya percaya diri. Saya bangga menjadi orang Indonesia. Kita negara demokrasi, perekonomian tumbuh, perdagangan surplus," tandas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.