LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mendag Agus Harap Pasar Modal Sediakan Sumber Pendanaan Jangka Panjang

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menginginkan agar pasar modal Indonesia tidak hanya menjadi sarana investasi lokal dan asing saja. Namun juga dapat menyediakan sumber pendanaan jangka panjang bagi pelaku ekonomi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

2019-12-30 20:50:26
Kemendag
Advertisement

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menginginkan agar pasar modal Indonesia tidak hanya menjadi sarana investasi lokal dan asing saja. Namun juga dapat menyediakan sumber pendanaan jangka panjang bagi pelaku ekonomi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Ke depan saya berpesan perkuat pasar modal. Jadi tidak cuma sarana investasi lokal dan asing tapi menyediakan sumber pendanaan jangka panjang," katanya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (30/12).

Di samping itu, dirinya juga mengharapkan agar para pelaku pasar modal dapat memperluas akses pendanaannya hingga menyentuh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sehingga hal ini dapat dimanfaatkan untuk perkembangan UMKM itu sendiri.

Advertisement

Tak hanya itu, Agus juga menginginkan agar produk pasar modal dapat terus dilakukan dengan informasi lengkap dan berimbang. Otoritas pasar modal modal juga diharapkan dapat menyajikan produk investasi beragam.

"Upaya pendanaan dilakukan jadi variasi pasar modal dan kualitas investor meningkat dan jaga stabilitas pasar keuangan," kata dia.

Terpenting, yakni bagaimana pengembangan pasar modal keuangan dapat mendukung kualitas Sumber Daya Manusia. Dengan demikian diharapkan hal itu bisa menghadapi perkembangan ekonomi dunia.

Advertisement

Capaian Pasar Modal Sepanjang 2019

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi, mengklaim sepanjang 2019 pihaknya sudah melakukan pencapaian membanggakan bagi kemajuan pasar modal Indonesia. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah investor saham yang meningkat 30 persen menjadi 1,1 juta.

Sampai saat ini jumlah total investor di pasar modal meliputi investor saham, reksa dana, dan surat utang telah mencapai 2,48 juta investor atau naik lebih dari 50 persen dari tahun 2018 yakni sebanyak 1,62 juta investor.

"Dalam setahun kita mencatat kinerja positif suplai demand. Seluruh pasar modal positif menjadikan pasar modal kredibel tetap mengedepankan investor," katanya dalam konferensi pers penutupan perdagangan bursa efek indonesia, di Jakarta, Senin (30/12).

Selain itu, sepanjang tahun 2019 pihaknya juga berhasil mendapatkan 55 perusahaan tercatat saham baru, dan merupakan aktivitas pencatatan saham baru (IPO saham) tertinggi di antara bursa-bursa di kawasan Asia Tenggara dan peringkat 71 di dunia.

"Atas pencapaian tersebut, total jumlah perusahaan tercatat saham di BEI di penghujung tahun 2019 mencapai 668 perusahaan," jelas dia.

Selanjutnya, aktivitas pencatatan efek di BEI di tahun 2019 juga diikuti oleh 14 pencatatan Exchange Traded Fund (ETF) baru, 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Obligasi Korporasi Baru yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat yang baru pertama kali mencatatkan efeknya di bursa.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.