LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menanti larangan mobil pribadi minum BBM bersubsidi

Mobil tanpa RFID harus bersiap gigit jari tidak diperbolehkan mengonsumsi BBM bersubsidi.

2013-08-23 08:21:00
Pembatasan BBM
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah meminta kepada Pertamina untuk memulai program pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) atau sistem monitoring BBM subsidi di mobil pada Oktober nanti. Pada bulan tersebut, semua mobil di Pulau Jawa harus sudah pakai RFID dan bukan hanya di Jabodetabek saja.

Menurut Dahlan, jika ada kendaraan atau mobil yang tidak mau memasang RFID maka nanti dia tidak boleh mengisi BBM subsidi. Ini telah diatur oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebagai otoritas distribusi BBM.

"Akhir oktober seluruh Jawa. Memang ada waktu di uji coba ada pemilik mobil menolak sekarang ada peraturan dari BPH Migas mobil yang menolak tidak berhak dapat bensin bersubsidi," kata Dahlan seusai rapim di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Advertisement

PT Pertamina (persero) sendiri menargetkan pemasangan RFID sudah dapat terlaksana pada akhir bulan ini. Nantinya, RFID bakal terpasang di 247 SPBU di DKI Jakarta sebagai tahap awalnya.

"Memang agak molor di awal pertama namun kita tetap sesuai target awal. Jadi, tahap pertama kita pasang akhir bulan Agustus," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan.

Menurutnya, alat pemantau BBM tersebut, pertama kali akan dipasang pada mobil-mobil dinas pemerintahan atau pemerintah daerah. Selanjutnya baru di mobil-mobil masyarakat.

Advertisement

Selain di DKI Jakarta, perseroan juga akan memfokuskan realisasi program ini di Kalimantan, Lampung, Jawa Barat, dan daerah-daerah yang memiliki potensi penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi yang cukup besar.

"Targetnya di pertengahan tahun 2014 seluruh SPBU di Indonesia sudah terpasang RFID ini," tuturnya.

Untuk menarik antusiasme masyarakat pada program ini maka Pertamina akan membebaskan biaya alias gratis pada masyarakat yang ingin memasang RFID untuk semua mobil pribadi di Jabodetabek. Jumlah mobil pribadi di Jakarta sekitar 6 juta unit.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan pembagian tersebut akan dilakukan dengan cara cuma-cuma dengan masa operasional lima tahun. Selain di SPBU, pemasangan juga akan dikonsentrasikan di mal-mal yang telah bekerja sama dengan pihak pemerintah.

PT Pertamina mengaku bisa menghemat 1,5 juta kiloliter dari aksi penyelundupan. "Minimal 1,5 juta kl kalau dengan sistem monitoring," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya.

Dalam proyek RFID ini, PT INTI menjadi pemenang proyek. Direktur Utama PT INTI, Tikno Sutisna, mengatakan untuk penyediaan teknologi, perseroan akan mengimpor langsung dengan menggandeng pabrikan-pabrikan asal China.

Namun Tikno tidak menyebutkan merek dari peralatan yang diproduksi pabrikan asal China tersebut. "Tidak ada mereknya, pabriknya ada di China. Kebutuhan tahun ini agak berat untuk mengembangkan sendiri. Jadi untuk tahap pertama ini kami bawa dari pabrikan di China," jelas Tikno.

(mdk/bmo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.