Menaker akui banyak tenaga kerja di Indonesia tidak terampil
Salah satu bukti kurang terampilnya tenaga kerja Indonesia dapat dilihat dari tingginya ketidakcocokan antara lulusan dengan dengan bidang kerja yang digeluti.
Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri mengakui keterampilan masih menjadi persoalan dalam dunia kerja Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri. Menurut dia, salah satu bukti kurang terampilnya tenaga kerja Indonesia dapat dilihat dari tingginya ketidakcocokan antara lulusan dengan dengan bidang kerja yang digeluti.
"Kalau soal skill. Salah satu problem ada di dunia pendidikan kita. Angka output pendidikan yang missmatch di pendidikan kita cukup besar sampai 63 persen. Artinya dari sepuluh orang hanya ada 3 sampai 4 orang yang match," ungkapnya di The Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (28/11).
Untuk mengatasi persoalan ini, Hanif memandang perlu ada reformasi di sektor pendidikan, baik formal maupun informal berupa pelatihan-pelatihan yang diberikan.
"Reformasi pendidikan perlu supaya skema pendidikan maupun pelatihan kita betul-betul sesuai dengan kebutuhan industri, maka akan semakin mendekatkan investasi dengan SDM, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan," jelas dia.
Khusus pekerja migran Indonesia, untuk menjamin ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus meningkatkan edukasi.
"Untuk migrasi, bagaimana kita akan membekali pekerja migran kita dengan semacam self defense capacity. Untuk memastikan mereka betul-betul mendapatkan pekerjaan yang berkualitas dan penghasilan yang lebih baik," jelas dia.
Dengan adanya pelatihan dan edukasi terhadap para pekerja migran, menurut dia masalah-masalah yang kerap dialami pekerja Indonesia di luar negeri dapat dikurangi. "Karena kalau kita dapat melakukan sesuatu secara profesional pasti risikonya akan berkurang," tandasnya.
Baca juga:
SDM inovatif dan kreatif jadi kunci persaingan di era digital
Tenaga kerja ahli berbahasa asing jadi buruan di 2018
Pemkab Purwakarta dan KJRI Jeddah bantu kepulangan TKI korban kecelakaan kerja
Jambore TIK 2017, pemerintah siapkan disabilitas masuki dunia kerja
Survei: Pekerja dengan keahlian TI jadi buruan di tahun depan