Membelah kemacetan ibu kota bersama Dahlan Iskan
"Saya sebagai menteri belum bisa melakukan apa-apa," keluh Dahlan.
Mobil Toyota Alphard berpelat nomor B 4 ZIS meluncur membelah jalanan ibu kota dari Jalan TB Simatupang menuju kampus Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat. Mobil itu penuh dengan penumpang, ada 11 orang di dalamnya.
Salah satu penumpang mobil itu adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Dahlan memang tidak pernah menggunakan kendaraan dinas Toyota Royal Saloon yang memang disediakan untuk para menteri. Dia memilih menggunakan mobil pribadinya untuk menjalankan tugas sehari-hari.
Selain Dahlan, ada sembilan orang wartawan di dalam mobil tersebut. Ini bukan kali pertama Dahlan satu mobil dengan wartawan. Beberapa kali Dahlan mengajak wartawan untuk menikmati jalanan ibu kota bersama dia.
Seperti yang dilakukannya pagi tadi. Usai menggelar rapat pimpinan BUMN di Gedung Antam, Dahlan mengajak wartawan untuk ikut kuliah umumnya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. "Yuk ikut semua, satu mobil saja," singkat Dahlan kepada wartawan.
Wartawan pun tanpa canggung berada satu mobil dengan Dahlan. Mobil itu bukan milik Dahlan, melainkan milik salah satu stafnya. Di dalam mobil, suasana lebih santai. Dahlan banyak bercerita mengenai impiannya mendorong salah satu perusahaan BUMN untuk unjuk gigi di dunia internasional. Dengan gaya khasnya, Dahlan terlihat sangat optimis. Hingga akhirnya obrolan dengan Dahlan terhenti karena dia harus bersiap mengisi kuliah umum.
Usai menyampaikan kuliah umum di UI, Dahlan kembali mengajak wartawan untuk bersama-sama dalam satu mobil. Dahlan yang duduk di tengah, terlihat santai dengan kemeja putih dan sepatu kets andalannya. Obrolan ringan mengisi waktu sepanjang perjalanan dari Depok menuju Jalan Sudirman-Thamrin.
Di tengah perjalanan, Dahlan terlihat kesal lantaran mobil yang membawanya terjebak kemacetan di gerbang Tol Cililitan. Kali ini, Dahlan memilih tetap duduk manis dan tidak turun dari mobil, seperti yang pernah dilakukannya tahun lalu saat terjebak macet di pintu tol. Kemacetan memang membuat Dahlan geram.
Dia tidak bisa membayangkan Jakarta 3 tahun lagi. Dahlan berkali-kali mengeluh dia belum bisa melakukan apa apa untuk mengantisipasi kemacetan sebagai menteri. Alasannya, sebagai menteri yang harus mengabdi untuk rakyat, dia belum bisa melakukan apa-apa. "Saya sebagai menteri belum bisa melakukan apa-apa," keluh Dahlan.
Tiba di Jalan Thamrin, ternyata Dahlan memiliki rencana untuk menonton film di Djakarta Theatre. Di sana, Dahlan sudah ditunggu oleh istrinya, Nafsiah Sabri. "Yuk kita nonton, sang kiai," singkat Dahlan. Memasuki bioskop, Dahlan dan istri langsung disambut bak artis.
(mdk/noe)