Mau Beli Apartemen Dekat Stasiun Pondok Cina, Kamu Harus Punya Gaji Segini
Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro blak-blakan mengungkap target konsumen Apartemen Samesta Mahata Margonda di Depok, Jawa Barat. Dia menyebut, target pasar utama apartemen anyar ini dikhususkan bagi penduduk di bawah usia 41 tahun.
Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro blak-blakan mengungkap target konsumen Apartemen Samesta Mahata Margonda di Depok, Jawa Barat. Dia menyebut, target pasar utama apartemen anyar ini dikhususkan bagi penduduk di bawah usia 41 tahun.
"Milenial itu kurang lebih ada batasannya, dengan batasan 41 tahun," ujarnya kepada awak media di lokasi.
Selain usia, hunian vertikal tersebut juga dikhususkan bagi penduduk kelompok milenial dengan gaji maksimal Rp8 juta per bulan. Sementara untuk kelas subsidi, terbuka bagi masyarakat umum selama memenuhi aturan perbankan.
"Untuk pendapatan Rp 8 juta per bulan maksimal. (Bagi subsidi) siapa saja berhak sepanjang memenuhi persyaratan perbankan," jelasnya.
Dia mencatat, biaya pembangunan Apartemen Samesta Mahata Margonda mencapai Rp948 miliar. Apartemen bagi milenial ini memiliki total unit 940. "Kalau proyek ini kan investasi nya Rp948 miliar, sekarang sudah terjual 78 persen (kira-kira) 740 an unit," pungkasnya.
Disubsidi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan apartemen hunian milenial di Margonda, Depok. Ada skema subsidi yang diberikan untuk pembelian unit tersebut. Hunian yang memiliki akses langsung ke Stasiun KRL Pondok Cina ini cocok untuk anak muda. Harga yang dipatok pun menurutnya terjangkau.
"Harganya juga terjangkau ada subsidi FLPP-nya, dijual Rp 200 juta, yang tidak subsidi ada yang Rp 300 juta, ada yang Rp 500 juta, cicilanya juga murah sehingga sangat pas sekali untuk hunian anak muda kita," ungkapnya dalam peresmian apartemen Semesta Mahata Margonda, di Depok, Jawa Barat.
Perlu diketahui, apartemen milenial ini digarap atas kolaborasi Kementerian BUMN dan Kementerian PUPR. Melibatkan sejumlah BUMN seperti PT PP, Perumnas, PT KAI, hingga Bank BTN.
Jokowi meminta, hunian serupa diperbanyak di berbagai titik yang strategis. Melihat kolaborasi tadi, Jokowi minta lahan milik PT KAI, yang bisa dimanfaatkan untuk dibangun hunian vertikal terjangkau.
"Hunian milenial ini akan kita kembangkan di semua kota yang memiliki tod utamanya lahan-lahan PT KAI yang tidak termanfaatkan dengan baik, nanti kerjasama dengan PP, dengan Perumnas, dengan Kementrian PU sehingga akan kita bangun sebanyak-banyaknya hunian ini," bebernya.
Reporter: Arief Rahman H.
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)