Masyarakat Indonesia masih teledor dalam pemasangan listrik
Indonesia di fase kelangkaan energi, namun konsumsinya masih sangat tinggi.
Banyak orang belum menyadari bahwa efisiensi energi bukan hanya menghemat biaya pemakaian energi khususnya rumah tangga, namun juga untuk mengerem pemakaian energi secara keseluruhan. Tidak hanya itu, banyak orang yang juga tidak memahami soal keamanan pemasangan listrik.
Pemasangan listrik yang tidak baik menyebabkan tingginya insiden kebakaran. Marketing Komunikasi Schneider Electric, Donald Situmorang mengatakan sesungguhnya pengetahuan masyarakat Indonesia soal energi listrik tidak terlalu rendah. Hanya saja cenderung banyak yang mengabaikan hal kecil yang membuat pemborosan listrik.
"Masih banyak orang yang teledor dalam pemasangan listrik sehingga menyebabkan arus pendek. Jadi kita ingin lebih mengedukasi mengenai penghematan energi dan misi sosial," ujarnya kepada merdeka.com saat acara 'Kampanye Click Save Schneider Electric Hemat Energi' di The Goods Dinner, Jakarta, Selasa (26/11).
Perusahaan energi asal Prancis ini menyebut, saat ini Indonesia memasuki era kelangkaan energi. Namun di sisi lain, tingkat konsumsi energi makin meningkat.
"Kita berusaha meningkatkan kepedulian gimana caranya orang bisa menghemat energi terutama di rumah," jelas dia.
Di samping itu untuk melindungi masyarakat dari bahaya listrik, peranan dari instaltir terlatih juga menjadi sangat penting.