Masyarakat Disarankan Punya Asuransi Selain BPJS Kesehatan
Masyarakat disarankan untuk memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan swasta selain terdaftar di BPJS Kesehatan. Alasannya setiap individu perlu memiliki proteksi yang berbeda dan belum tentu ditanggung asuransi kesehatan dari pemerintah.
Head of Health, Product Marketing and Service Development Allianz Life Indonesia, Sukarno menyarankan masyarakat untuk memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan swasta selain terdaftar di BPJS Kesehatan. Sebab, setiap individu perlu memiliki proteksi yang berbeda dan belum tentu ditanggung asuransi kesehatan dari pemerintah.
"Masyarakat perlu memiliki asuransi selain BPJS Kesehatan karena setiap individu membutuhkan proteksi yang berbeda," kata Sukarno, Jakarta, Senin (8/11).
Ano, sapaannya menjelaskan masyarakat yang membutuhkan kenyamanan disarankan memiliki jenis asuransi kesehatan lain. Sebab mitra dari BPJS Kesehatan terbatas pada rumah sakit milik pemerintah atau fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan pemerintah.
"Kita sama-sama tahu kalau BPJS Kesehatan ini program pemerintah dengan jaringan rumah sakit pemerintah," kata dia.
Sementara itu, asuransi kesehatan perusahaan swasta lebih fleksibel karena bisa bekerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan swasta maupun milik pemerintah. "Kalau perusahaan asuransi kesehatan swasta ini bisa bekerja sama dengan rumah sakit swasta dan bisa lebih fleksibel," ungkapnya.
Ano juga mematahkan adanya anggapan asuransi kesehatan perusahaan swasta yang disebut-sebut mahal. Menurut Ano, harga yang mahal tersebut sebenarnya relatif dalam asuransi kesehatan.
Dia menjelaskan premi yang dibayarkan pemegang polis setiap bulan disesuaikan dengan lingkup pertanggungan yang bisa diklaim asuransi kesehatan. Biaya premi yang lebih besar biasanya memiliki kemanfaatan yang lebih banyak, tidak sekedar manfaat rawat inap saja. Ada juga tambahan fasilitas rawat jalan, rawat gigi hingga pertanggungan untuk penyakit-penyakit kritis.
Untuk itu dia menyarankan agar masyarakat menyesuaikan dana yang dimiliki dengan kebutuhan perlindungannya. Sehingga manfaat yang didapat menjadi maksimal. "Jadi mahal ini relatif, sehingga penting bagi seseorang untuk menyesuaikan dengan budget dan kebutuhannya," tandasnya.
Baca juga:
Jumlah Kepemilikan Asuransi Jiwa Naik Selama Pandemi
Allianz Tanggung Biaya Rawat Pasien Covid-19 di RS dan Isolasi Mandiri
Kerugian Akibat Kecelakaan Bisa Ditanggung Asuransi, Ini Syaratnya
OJK: Pilih Asuransi Sesuai Kemampuan Bukan Karena Ada Promo
Belajar dari Vanessa Angel, Ini Pentingnya Menyiapkan Asuransi Sejak Dini
Anak Muda Indonesia Rentan Finansial, Berikut Tips Jitu Saat Membuat Rencana Keuangan