LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Masyarakat Diimbau Puasa 1 Jam Sebelum Tes GeNose

Peneliti GeNose, Dr. Dian K Nurputra mengimbau agar calon penumpang kereta api untuk berpuasa selama 30 menit hingga 1 jam sebelum melakukan test GeNose. Tujuannya agar hasil yang diperoleh lebih efektif.

2021-02-01 20:00:00
GeNose
Advertisement

GeNose akan jadi salah satu alat deteksi resmi covid-19 di transportasi kereta api. Tahap awal akan diimplementasikan pada 5 Februari 2021, dimulai di stasiun Senen Jakarta, dan Stasiun Tugu Yogyakarta.

Namun masih banyak masyarakat yang belum mengenal alat ini. GeNose C19 sendiri merupakan singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose. Alat yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mampu mendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas.

Peneliti GeNose, Dr. Dian K Nurputra mengimbau agar calon penumpang kereta api untuk berpuasa selama 30 menit hingga 1 jam sebelum melakukan test GeNose. Tujuannya agar hasil yang diperoleh lebih efektif.

Advertisement

"Sebagaimana pemeriksaan alat Kesehatan harus persiapan dulu dengan cara puasa makan, minum, dan merokok minimal 30 menit sampai 1 jam sebelum di tes. Setelah puasa barulah bisa dites menggunakan GeNose," kata Dr. Dian dalam LIVE Instagram @kemenhub151, Senin (1/2).

Kemudian pasien akan diberikan kantong plastik khusus untuk menghembuskan nafas seperti meniup balon. Barulah nafas tersebut akan dianalisis menggunakan alat GeNose. Dr. Dian menegaskan kantong plastik yang digunakan 1 kali pakai sehingga kebersihannya terjaga.

Terkait akurasi, Dr. Dian mengatakan tingkat akurasi sampel populasi penelitian berbeda-beda. Misalnya ketika GeNose dilakukan uji klinis kepada pasien covid-19 yang telah diketahui hasilnya, akurasinya itu mencapai 97 persen.

Advertisement

Tapi untuk akurasi populasi bebas yang nanti akan diterapkan di 2 Stasiun Kereta Api Senen Jakarta dan Tugu Yogyakarta, maka tingkat akurasinya lebih bervariasi, bisa 92 persen, 94 persen, dan lainnya sebagaimana keadaan pasien yang tes.

Jika memang pasien tersebut diduga positif covid-19, maka pasien yang merupakan calon penumpang Kereta Api itu tidak diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan. Hal itu bertujuan untuk mencegah penularan covid-19 dengan penumpang lain.

Adapun Dr. Dian menegaskan, GeNose sudah melalui serangkaian uji tes, sehingga alat ini dinilai efektif untuk mengetahui secara dini seseorang terkena covid-19 atau tidak.

"Ini berbeda dengan alat Kesehatan lainnya kita basisnya Artificial Intelligence (AI), kita menggunakan data base untuk melatih agar lebih pintar dalam membaca data," katanya.

Namun, calon penumpang atau pasien tidak hanya mengandalkan tes GeNose saja. karena GeNose sifatnya screening, tetap komparatornya dengan PCR. Sebab pemeriksaannya GeNose dan PCR itu berbeda.

"Kalau GeNose memeriksa metabolisme, sedangkan PCR yang diperiksa partikel virusnya sendiri," pungkasnya.

Baca juga:
CEK FAKTA: Disinformasi Tes Covid-19 dengan Alat GeNose Hanya 10 Detik
Mulai 5 Februari, KAI Sediakan Test Cepat GeNose di Stasiun Pasar Senen & Yogyakarta
Satgas Covid Tegaskan GeNose Tak Bisa Gantikan PCR
Fakta Terbaru GeNose, Siap Dipasang di Stasiun Hingga Syarat Tes
Ragam Karya Anak Bangsa Demi Selamatkan Indonesia dari Pandemi Corona
Pulo Gebang jadi Terminal Bus Pertama Gunakan GeNose, Tersedia Mulai 5 Februari 2021

Peroleh Izin Edar

Peneliti GeNose Dr. Dian K Nurputra mengatakan, GeNose sudah melalui serangkaian uji tes, sehingga alat ini dinilai efektif untuk mengetahui secara dini seseorang terkena covid-19 atau tidak.

"Ini berbeda dengan alat Kesehatan lainnya kita basisnya Artificial Intelligence (AI), kita menggunakan data base untuk melatih agar lebih pintar dalam membaca data," kata Dr. Dian dalam LIVE Instagram @kemenhub151, Senin (1/2).

Untuk tahap pertama, pihaknya melakukan uji klinis kepada 80 pasien covid-19 untuk mengetahui keakuratan dari alat GeNose. Setelah itu, dilanjutkan uji diagnostik dan uji standar BP tahap kedua kepada 2000 pasien covid-19.

"Tahap kedua uji diagnostik dan uji standar alat oleh Badan Pemeriksaan Alat, kalau tidak lulus maka tidak bisa digunakan. Setelah lulus baru diujikan ke Kementerian Kesehatan dan lulus. kemudian tahap 3 Uji klinis di populasi bebas,” jelasnya.

Setelah melakukan uji klinis untuk populasi bebas dan memperoleh izin edar dari pemerintah terkait. Akhirnya GeNose bisa digunakan untuk masyarakat Indonesia. Kendati begitu, untuk saat ini GeNose sifatnya masih screening.

"Jadi secara cepat GeNose bisa menemukan orang-orang yang terduga positif covid-19. Kemudian jika diperlukan bisa dikonfirmasi dengan PCR sebagai komparatornya. Karena pemeriksaannya beda. Kalau GeNose memeriksa metabolisme, sedangkan PCR yang diperiksa partikel virusnya sendiri, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan," pungkasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.