Maskapai desak percepat pengembangan Bandara Soekarno Hatta
Maskapai mengeluhkan, pengembangan bisnis terhambat beban bandara yang tak kunjung berkurang.
Kementerian Perhubungan dan otoritas bandar udara merancang banyak strategi supaya kepadatan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten berkurang. Maskapai mendesak rencana-rencana itu segera direalisasikan.
"Kita butuh infrastruktur yang lebih besar, dan semua kepengen nambah kapasitas," kata Ketua Asosiasi Maskapai Swasta Indonesia (INACA) Arif Wibowo, di Jakarta, Jumat (14/3).
Arif menjelaskan hampir semua maskapai berhasrat mengembangkan bisnis. Apalagi pertumbuhan penumpang terus terjadi saban tahun. Sehingga, beban Soekarno-Hatta yang terlalu besar ini mendesak diatasi.
PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara utama Indonesia baru saja mengumumkan bersiap menjalankan pemisahan landasan pacu (segregated runway). Artinya masing-masing landasan pacu hanya beroperasi melayani pesawat untuk mengudara dan mendarat.
Arif menyatakan maskapai pasti mendukung apapun langkah yang dirasa bisa mengurangi kepadatan. Dia juga sudah mendengar ada wacana rapid taxi way, sehingga saat pesawat mendarat bisa langsung keluar dari jalur landasan pacu.
"Itu seharusnya dibangun cepat. Maskapai itu semua mood-nya ekspansi, dan itu masih bisa meng-cover pertumbuhan. Jadi semestinya lebih cepat," kata Arif.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memilih mengoptimalkan operasional Bandara Soekarno-Hatta untuk mengurangi tingkat kepadatan melalui efisiensi. Salah satu caranya dengan membuat high speed exit taxiway dan taxiway penghubung (east cross connection taxiway) antara Runway 1 dan Runway 2 pada sisi timur bandara.
Langkah ini untuk memaksimalkan dua landasan di Bandara Soekarno-Hatta agar dapat melakukan landing dan take off sebanyak 90 kali per jam. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp 2 triliun untuk merealisasikan rencana ini.
Konsep serupa juga digunakan pada Bandara Heathrow, Inggris. Angkasa Pura II berharap dengan beberapa langkah jangka pendek itu, Cengkareng mampu melayani 72 penerbangan per jam.
(mdk/noe)