Maskapai berbiaya murah asal Korea siap 'terjun' di Lombok
Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan maskapai murah atau budget airlines asal Korea Selatan Jin Air siap terbang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lembong menegaskan masih ada beberapa kendala yang harus dibenahi. Salah satunya, masalah runway bandara di Lombok yang terlalu pendek.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan maskapai murah atau budget airlines asal Korea Selatan Jin Air siap terbang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Saya sudah dapat surat resmi dari Chairman Korean air, jadi anak perusahaannya namanya Jin Air bahkan dia sudah siap terbangkan Boeing 777 ke Lombok," ujar Lembong di Kementerian Kemaritiman, Senin (10/4).
Namun, Lembong menegaskan masih ada beberapa kendala yang harus dibenahi. Salah satunya, masalah runway bandara di Lombok yang terlalu pendek.
"Tapi perlu modifikasi di bandara, di ujung runway itu untuk pesawat segede itu bisa putar balik. Ruangnya masih sempit, kemudian tadi itu sistem navigasi dan radar supaya pesawat seperti ini dalam cuaca buruk pun masih bisa terbang," tegasnya.
Menurutnya, untuk sektor pariwisata memang harus banyak yang dibenahi karena sektor pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar. Untuk itu, infrastruktur khusus bandara harus menjadi perhatian terlebih lagi konektivitas.
Sebab, perlu adanya konektivitas supaya dapat menarik lebih banyak. Sehingga, maskapai yang menyediakan penerbangan dengan harga murah bisa masuk ke Indonesia.
"Jadi perlu konektivitas airlines, terutama budget airlines supaya banyak airlines murah, dari banyak destinasi seperti korea, China, Jepang, Australia, India dan sebagainya," pungkasnya.
Baca juga:
Capai target wisman, Indonesia butuh 2 juta kursi pesawat
Siap masuk RI, ini 5 fakta menarik maskapai pramugari berbikini
Tahun ini, maskapai pramugari berbikini siap sapa masyarakat RI
Ini aturan baru naik pesawat, dari pemeriksaan HP hingga candaan bom
Ini alasan pemeriksaan HP diperketat sebelum dibawa ke kabin pesawat
Hati-hati, bercanda soal bom di pesawat akan dituntut ganti rugi
5 Jam terbang ke Brisbane bersama Malindo Air