Maret 2016, Indonesia terima 892,2 ribu kunjungan turis asing
Meningkat 7,88 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada Maret 2015.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mendapat sebanyak 915 ribu kunjungan warga asing pada Maret 2016. Ini meningkat 8,79 persen ketimbang periode sama tahun lalu.
Secara kumulatif, Indonesia mendapat 3,62 juta kunjungan warga asing sepanjang Januari-Maret 2016. Meningkat 5,94 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Dari sebanyak 915 ribu kunjugan tersebut, sebanyak 73.200 merupakan kunjungan dari orang asing yang ingin bekerja di Indonesia selama 12 bulan.
"Bekerja kurang dari 1 tahun," kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (2/5).
Sisanya, sebanyak 892,2 ribu merupakan kunjungan turis. Meningkat 7,88 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada Maret 2015.
Penaikan kunjungan terjadi di sebagian besar pintu masuk utama. Tertinggi dialami Bandara Internasional Lombok sebesar 22,52 persen, diikuti Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 21,03 persen, dan Bandara Ngurah Rai sebesar 20,36 persen.
"Sedangkan kenaikan terendah terjadi di Pintu Masuk Entikong sebesar 20,61 persen, dan penurunan paling kecil terjadi si Bandara Soekarno-Hatta sebesar 0,17 persen," imbuh Suryamin.
Kunjungan tertinggi disumbangkan oleh turis Singapura sebesar 15 persen, Malaysia sebesar 13,77 persen, Tionghoa sebesar 11,45 persen, Australia sebesar 10,33 persen, dan Jepang sebesar 5,02 persen.
Secara kumulatif, Januari-Maret 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia meningkat 4,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebanyak 2,31 juta kunjungan dilakukan lewat 19 pintu utama. Di luar itu, sebanyak 235,4 ribu kunjungan.
Baca juga:
Pariwisata Wakatobi diprediksi raup devisa USD 500 juta pada 2019
Bangun kebun raya Jakarta, Pemprov gandeng yayasan dipimpin Megawati
Dukung pariwisata RI, Qatar Airways buka 3 rute baru di Indonesia
Pulau Tabuhan, tempat selancar layang terbaik di Indonesia
Pemerintah sebut investor Korea dan Taiwan bakal percantik Morotai
3 Ikon Wisata Nasional Jadi yang Pertama Terverifikasi Twitter