Maret 2016, BPS catat inflasi 0,19 persen
Sebanyak 58 kota mengalami inflasi dan 42 kota deflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 0,19 persen pada Maret 2016. Dengan demikian, inflasi sepanjang tahun ini sebesar sebesar 0,62 persen.
"Inflasi 0,19 persen dibandingkan tahun lalu tergolong cukup terkendali. Lima tahun lalu ada yang lebih tinggi," kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jumat (1/4).
Dia menambahkan, sebanyak 58 kota mengalami inflasi dan 42 kota deflasi. Inflasi tertinggi dialami Bukit Tinggi sebesar 1,18 persen. Dan, inflasi terendah di Tangerang, Yogyakarta, Malang, dan Singkawang sebesar 0,02 persen.
Sedangkan deflasi tertinggi dialami Tanjung Pandan 1,22 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah bahan makanan sebesar 0,69 persen, daging ayam ras, ikan, telur, dan kacang-kacangan mengalami deflasi. Makanan jadi, rokok, minumam, dan tembakau sebesar 0,36 persen.
Perumahan, listrik, gas, air dan bahan bakar mengalami inflasi -0,07 persen; sandang sebesar 0,55 persen; kesehatan sebesar 0,30 persen; pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen; Transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,22 persen.
Inflasi komponen inti pada Maret 2016 sebesar 0,21 persen month to month dan 3,5 persen year on year. Komoditas bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 0,75 persen. Komoditas energi mengalami deflasi sebesar 0,73 persen.
"Harga komoditas yang diatur pemerintah dan bergejolak menunjukkan masih jauh dibawah 5. Tapi dengan 3,5 pada Maret secara keseluruhan ekonomi membaik."
(mdk/yud)