Manfaatkan libur Lebaran, pengusaha hotel naikkan tarif seenaknya
Pengusaha travel kesulitan menentukan harga baru.
Manfaatkan musim libur Lebaran, pengusaha hotel dan pemilik vila menaikkan harga atau tarif semena-mena. Kondisi ini akan merusak citra Indonesia sebagai negara tujuan wisata.
Hal ini dikeluhkan oleh Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel (ASITA), Asnawi Bahar ketika dihubungi merdeka.com beberapa waktu lalu.
"Itu seharusnya diatur pemerintah. Itu arus diawasi. Itu menyangkut image (citra) suatu kota. Pemilik hotel harus memikirkan jangka panjang. Bisa-bisa orang tahun depan tidak datang lagi," kata Asnawi kepada merdeka.com.
Masalah ini, lanjut Asnawi, dipastikan juga menyulitkan pengusaha travel untuk membuat paket wisata. Tingginya lonjakan harga hotel, membuat mereka harus mengubah harga untuk mengambil kesempatan di libur Lebaran.
Diakuinya, pada musim mudik kali ini, daerah tujuan wisata memang sudah dipenuhi pengunjung. Pihaknya berharap agar pengusaha hotel dapat bekerja sama untuk masalah satu ini.
"Kita jadi susah menentukan harga. Apalagi kebanyakan di daerah-daerah itu sudah penuh dan harganya sudah dinaikan," terangnya.