Manfaat Didapat Pengusaha Saat Indonesia Mendapat Mandat Presidensi G20 2022
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha saat Indonesia memimpin Presidensi G20 selama satu tahun.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha saat Indonesia memimpin Presidensi G20 selama satu tahun.
Salah satunya dengan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digital. Sehingga mampu menghadirkan efisiensi dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Sebagai leader, kita akan memanfaatkan peluang-peluang yang memang akan cukup terbuka luas bagi perekonomian Indonesia untuk berfungsi dan berperan cukup besar dalam mengembangkan ekonomi digital dengan potensi kita sendiri, dengan pasar yang sangat besar," kata Febrio, Jakarta, Rabu (3/11).
Pandemi Covid-19 yang dialami seluruh dunia mendorong terjadinya digitalisasi, termasuk bidang ekonomi. Febrio mengatakan dengan adanya perkembangan digitalisasi yang cepat tersebut, maka Indonesia harus menjadi bagian dari yang menciptakan tatanan tersebut.
"Kita tahu bahwa persaingan ini akan makin kuat. Tetapi justru persaingan ke arah digitalisasi ini yang harus kita tidak mau ketinggalan. Dalam konteks ini, kita mau juga menjadi bagian dari yang menciptakan tatanan tersebut," kata Febrio.
Dorong Kesepakatan Untungkan Ekonomi Dunia
Lebih lanjut, dia memastikan mandat yang diberikan kepada Indonesia sebagai Presidensi G20 akan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Termasuk memastikan agar agenda-agenda penting bagi banyak negara di dunia dapat tersampaikan dengan baik.
"Masalah kesehatannya, vaksinasinya, perpajakannya, keadilan dan sebagainya itu harus kita pimpin dan ini supaya menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang menguntungkan perekonomian dunia," ujar dia.
Di sisi lain, Indonesia juga akan memanfaatkan kesempatan menjadi leader di G20 ini untuk kepentingan perekonomian Indonesia. Misalnya memanfaatkan peluang-peluang investasi, khususnya pada investasi hijau dalam rangka menanggulangi dampak perubahan iklim.
"Kita mau memanfaatkan peluang-peluang investasi, terutama investasi hijau yang memang arahnya ke sana karena kita meng-address yang namanya climate change risk," kata dia.
Dia menambahkan, sebagai pemimpin Presidensi G20, diharapkan agenda transisi energi nasional bisa terlaksana dengan adnya berbagai peluang masuknya investor. "Kita harapkan dengan menjadi leader di G20 ini akan mengangkat nama Indonesia dan banyak sekali peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman dunia usaha," kata dia mengakhiri.
(mdk/bim)