LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Manajemen Merpati dituding gelapkan dana Jamsostek karyawan

Kuat dugaan pihak manajemen menggelapkan iuran Jamsostek selama 3 tahun terakhir.

2014-04-01 15:19:50
Merpati Bangkrut
Advertisement

Dua pilot PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) berencana melaporkan manajemen Merpati ke Bareskrim Polri atas dugaan penggelapan iuran dana Jamsostek dan gaji pilot. Dua pilot tersebut bernama Captain Ivan Paltak Siregar dan CoPilot Kalma Noveka Wikanto.

Penasehat Hukum Ruben Siregar mengatakan, sejak Januari 2013 pilot Merpati mengalami keterlambatan pembayaran gaji dan dibayar dengan cara mencicil. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, mulai Desember 2013 gaji pilot Merpati tidak dibayar.

Yang lebih parah, manajemen dituding menggelapkan dan jamsostek karyawan. "Dari data yang didapat, kuat dugaan pihak manajemen juga menggelapkan iuran Jamsostek selama 3 tahun terakhir. Padahal setiap bulannya gaji pilot Merpati selalu dipotong 2 persen dari gaji pokok," ucap Ruben saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/4/2014).

Advertisement

Di tempat yang sama, Captain Ivan Paltak mengaku mengetahui bahwa iuran BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) tidak dibayar oleh manajemen ketika dia ingin mencairkan dana itu. Ivan dan beberapa karyawan yang masih bertahan meski tidak digaji, ingin menggunakan Dana Jaminan Hari Tua (JHT) tersebut. Sayangnya impian itu pupus.

"Kita tidak digaji dari Desember dan kita survive pakai tabungan sehingga bulan keempat habis ingin mencairkan JHT. Tapi ternyata tidak bisa cair karena sejak Januari 2013 silam tidak dibayar," jelasnya.

Tunggakan dana iuran dana JHT ke BPJS Ketenagakerjaan disebut mencapai Rp 71 miliar. Jumlah itu merupakan dana dari pegawai Merpati yang mencapai 1.350 orang. Ivan tidak terima jika gaji rutin dipotong untuk jaminan hari tua namun tidak bisa diambil.

Advertisement

"Awalnya dipotong dan kita percaya kita harapkan perusahaan pemerintah membayar dan kita anggap normal normal saja. Sekarang tidak dibayar dan kita bertanya ternyata Merpati tidak menyetor," tegasnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.