Maluku Siapkan 47 Agenda Wisata 2026, Targetkan Peningkatan Kunjungan Turis
Pemerintah Provinsi Maluku meluncurkan 47 Agenda Wisata Maluku 2026 untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus memperkenalkan kekayaan bahari serta seni budaya daerah.
Pemerintah Provinsi Maluku secara resmi meluncurkan 47 agenda wisata yang akan digelar sepanjang tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan kekayaan bahari, seni, dan budaya Maluku kepada wisatawan. Peluncuran kalender event ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyatakan peluncuran ini dilakukan di Gong Perdamaian Kota Ambon pada Jumat (6/3). Ia menekankan bahwa kalender event ini merupakan strategi terencana dan terintegrasi. Hal ini untuk mengoptimalkan potensi pariwisata Maluku di kancah nasional maupun internasional.
Melalui program ini, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, serta komunitas seni budaya menjadi fokus utama. Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Melkias Mozes Lohy, menambahkan bahwa agenda ini telah dikoordinasikan dengan 11 kabupaten dan kota.
Komitmen Maluku Kembangkan Pariwisata
Pemerintah Provinsi Maluku menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pariwisata memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung. Fokus utama adalah pada pemberdayaan pelaku UMKM, industri ekonomi kreatif, serta komunitas seni dan budaya di seluruh wilayah Maluku.
Kalender Event Maluku 2026 yang berisi 47 kegiatan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan 11 kabupaten dan kota di Maluku. Langkah ini memastikan bahwa setiap potensi daerah dapat terwakili dan terpromosikan secara maksimal. Tujuannya adalah menciptakan kekuatan dan nilai tawar pariwisata Maluku yang kompetitif di tingkat nasional dan internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Melkias Mozes Lohy, menjelaskan bahwa kalender ini berfungsi sebagai sarana promosi dan informasi penting. Tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga bagi wisatawan mancanegara yang tertarik menjelajahi keindahan Maluku. Diharapkan, publikasi ini dapat menarik minat investor dan pelaku industri pariwisata untuk turut serta dalam pengembangan destinasi lokal.
Rangkaian Agenda Wisata Sepanjang Tahun 2026
Kalender Event Maluku 2026 menawarkan beragam kegiatan menarik yang tersebar dari Januari hingga Desember. Beberapa agenda unggulan pada awal tahun meliputi Festival Martha Christina Tiahahu di Negeri Abubu pada Januari. Kemudian, Festival Ramadhan di Ambon pada Februari, serta Ramadhan Bikin Asyik dan tradisi Pukul Sapu Lidi di Negeri Mamala dan Morella pada Maret.
Memasuki periode April hingga Juni, wisatawan dapat menikmati Sound of Amboina dan Festival Pattimura di Saparua. Ada pula Festival Abda’u, Festival Lawapipi, hingga kegiatan Teluk Ambon (DAR Kintal) yang menonjolkan kekayaan budaya dan alam Maluku. Acara-acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman otentik bagi pengunjung.
Pertengahan tahun juga dimeriahkan dengan event berskala internasional seperti Sail to Indonesia di Banda Neira dan Ambon pada Juli. Selain itu, Darwin Banda Yacht Race, Karnaval Budaya Maluku, serta Namrole Festival akan digelar pada Agustus. Kemudian, September hingga Oktober akan menampilkan HUT Kota Ambon, Ambon International Music Festival, Festival Kopi, Festival Pulau Pombo, dan Festival Pesona Meti Kei.
Menjelang akhir tahun, Maluku akan menutup rangkaian acara dengan Festival Pamalhanunusa di Maluku Tengah, Banda Heritage Festival, dan Kei Art Festival. Berbagai kegiatan budaya dan religi juga akan mengisi bulan Desember. Sebagian besar agenda ini merupakan acara yang telah sukses dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan konsistensi dan daya tariknya.
Dampak Positif terhadap Kunjungan Wisatawan dan PAD
Penyelenggaraan berbagai event pariwisata secara berkelanjutan telah menunjukkan dampak positif signifikan terhadap tren kunjungan wisatawan ke Maluku. Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Melkias Mozes Lohy, mengungkapkan bahwa tren kunjungan wisatawan dari tahun 2023 hingga 2025 terus meningkat. Kunjungan wisatawan dalam negeri masih mendominasi, sementara wisatawan mancanegara mengalami peningkatan sekitar 1,4 persen.
Data menunjukkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Maluku pada tahun 2025 mencapai 14.225 orang. Angka ini meningkat sebanyak 1.130 orang dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 13.098 orang. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara juga mengalami kenaikan dari 389.745 kunjungan pada 2024 menjadi 396.419 kunjungan pada 2025, atau naik sebanyak 6.674 orang.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tiga destinasi wisata unggulan. Pada tahun 2024, PAD yang diperoleh tercatat sebesar Rp584.418.500. Angka ini kemudian melonjak menjadi Rp721.103.500 pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa investasi dalam sektor pariwisata memberikan keuntungan ekonomi yang nyata bagi daerah.
Dengan adanya Kalender Event Maluku 2026, diharapkan promosi pariwisata Maluku akan semakin kuat dan meluas. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Lebih dari itu, juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan melalui sektor pariwisata. Ini sejalan dengan visi Maluku untuk menjadi destinasi wisata unggulan.
Sumber: AntaraNews