Makanan berbahaya marak beredar, pemerintah janji bina UKM kuliner
"Pedagang-pedagang kecil harus menjadi benteng dalam menjaga dan membangun kesehatan."
Pemerintah berjanji bakal meningkatkan pembinaan terhadap pengusaha kuliner skala kecil. Sebab, peredaran makanan tak layak konsumsi kian marak belakangan ini.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel saat menggelar acara "Makan Bakso dan Minum Djamoe 2015" di Jakarta, Minggu (10/5).
"Bakso celeng, makanan berformalin, kue brownies ganja. Sehingga semua makanan berbahaya, belum lagi mainan anak-anak yang juga berbahaya. Suatu persoalan yang cukup besar untuk generasi muda."
Untuk itu, lanjut Rachmat, pihaknya bersama Kementerian Koperasi dan UKM, dan BPOM berinisiatif untuk melakukan pembinaan pengusaha kecil.
"Bagaimana para pedagang-pedagang kita jadi benteng atau pagar untuk menjaga dan membangun kesehatan," kata dia.
Pembinaan UKM menjadi lebih krusial lantaran Indonesia bakal sering menjadi tuan rumah kegiatan internasional. Salah satunya, perhelatan Asian Games pada 2018.
"Dimana para olahragawan seluruh Asia akan hadir ke Indonesia. Bagaimana target makanan Indonesia adalah produk yang sehat dan aman dikonsumsi bukan hanya bagi Indonesia tapi orang asing," kata Rachmat.
Dalam acara tersebut hadir Menteri Koperasi dan UKM A.A Gde Ngurah Puspayoga, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bidang Tenaga Kerja Benny Soetrisno. Kemudian, Presiden Direktur PT Nyonya Meneer Charles Saerang, Puteri Pariwisata Indonesia 2015 Gresya Amanda Maaliwuga.
(mdk/yud)