LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Luhut Soal Pembangunan Pembangkit Geothermal-Hidro: Tak Cukup Satu Periode Presiden

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) membutuhkan waktu tak sebentar. Bahkan, disebut tak bisa selesai dalam satu masa periode kepemimpinan seorang presiden saja.

2023-06-12 22:54:10
Energi Baru Terbarukan
Advertisement

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) membutuhkan waktu tak sebentar. Bahkan, disebut tak bisa selesai dalam satu masa periode kepemimpinan seorang presiden saja.

Dia mengungkap, Indonesia memiliki potensi produksi listrik EBT mencapai 437 gigawatt (GW). Beberapa diantaranya bisa didapat dari pembangkit listrik bertenaga panas bumi (geothermal) ataupun tenaga air (hydropower).

"Jadi harus mulai, karena membuat (pembangkit berbasis) geothermal-nya bisa 3 tahun, membuat hydropower-nya bisa 7 tahun dan seterusnya. Jadi proyek ini proyek yang berkesinambungan, jadi tidak bisa satu term (periode) presiden selesai, tidak akan," ujarnya dalam Peluncuran Battery Assets Management Services Indonesia Battery Corporation (IBC), di Kemenko Marves, Jakarta, Senin (12/6).

Advertisement

Menurutnya ini jadi proyek jangka panjang yang membutuhkan komitmen serius dari sosok yang melanjutkan estafet pemerintahan kedepannya. Menko Luhut menegaskan hal ini yang perlu lebih dulu menjadi perhatian dalam implementasi kendaraan listrik di Indonesia.

"Ini suatu (proses) jangka panjang, jadi kita harus kompak, untuk tadi melakukan ini. Jadi bangsa kita ini maju kalau kita semua satu. Kalau kita tadi tuding tuding ini, bikin perobahan lah, bikin baru, menurut saya, gak usah aneh-aneh, biasa-biasa aja," tuturnya.

Dia juga turut menagih program yang digarap oleh PT PLN (Persero) dan Indonesia Battery Corportation (IBC) soal penyediaan stasiun pengisian baterai motor listrik dan penggantian baterai motor listrik. Diketahui, pada momen ini adalah peluncuran kerja sama 2 perusahaan pelat merah itu dengan sejumlah produsen motor listrik untuk menyuplai baterai-nya.

Advertisement

Sehingga, nantinya, setiap motor listrik berbagai merek yang tersebar di Indonesia bisa menggunakan baterai motor listrik yang diproduksi oleh IBC.

"Apa yang sudah dibuat anak-anak indonesia sekarang seperti pak Darmo (Dirut PLN Darmawan Prasodjo) pak Toto (Dirut IBC Toto Nugroho) tadi, ini dua-dua kalian pokoknya harus deliver ini barang, sebulan lagi saya mau tanya, jadi swab baterai ini harus jalan, gak boleh tertunda-tunda," tegasnya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Transformasi Jadikan Laos Pusat Transportasi dan Energi Terbarukan di ASEAN
Laos Diyakini Mampu Jadi Pusat Transportasi dan EBT di ASEAN
Mobil Lubricants Edukasi Pemanfaatan Energi Terbarukan dan Teknologi bersama PERTAABI
Inovasi dan Adaptasi Penting untuk Tangani Tantangan di Sektor Energi
Ini Solusi Anyar Kurangi Biaya Operasional Gedung dengan Penggunaan Energi Bersih
Peran Minyak dan Gas Bumi Masih Diperlukan dalam Wujudkan Transisi Energi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.