Luhut: Produksi gas Blok Masela tak akan dijual ke luar negeri
"Tapi kita tidak mau LNG di ekspor karena kita mau nilai tambah dari petrokimia sampai ke pupuk," kata Luhut.
Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Pandjaitan berjanji tidak akan mengekspor produksi gas dari Blok Masela, Maluku. Produksi gas dari lapangan abadi tersebut akan dioptimalkan untuk industri dalam negeri.
Luhut ingin produksi gas Masela dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dialirkan ke industri petrokimia dan pupuk dalam negeri.
"Tapi kita tidak mau LNG di ekspor karena kita mau nilai tambah dari petrokimia sampai ke pupuk," kata Luhut di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/10) malam.
Pembangunan industri hilir pupuk dan petrokimia memang masih dalam rencana pemerintah. Rencana ini muncul ini muncul karena pemerintah ingin hasil gas dari Blok Masela bisa diserap untuk industri dalam negeri.
"Ya kan ini dalam semua masih cari terbaik masih ada detail yang masih akan berubah tapi pada prinsipnya semua sepakat," ujar dia.
Mantan Kepala Staff Presiden ini menambahkan, dia ingin pemerintah mampu melakukan efisiensi sebaik mungkin. "Intinya mana yang paling murah. Nah ini kan efisiensi," tandasnya.
Baca juga:
Usai bertemu Luhut, Ical tak mau ikut garap Blok Masela
Luhut bakal ajak Arcandra ke Jepang bahas Blok Masela
Menko Luhut lapor Jokowi: Perkembangan Blok Masela sangat baik
Selesaikan East Natuna, Luhut bakal tiru pengembangan Blok Masela
Temui Luhut, Inpex ajukan 4 insentif bangun Blok Masela