Luhut minta Inalum percepat pembangunan PLTA di Kalimantan Utara
Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin telah mendapat perintah dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 1.700 Mega Watt (MW) di Kalimantan Utara.
Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin telah mendapat perintah dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Utara. Pembangkit berkapasitas 1.700 Mega Watt (MW) tersebut akan memasok fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter).
"Tadi saya diminta untuk mempercepat pembangunan PLTA di Kaltara. Jadi kita dikasih 1.700 mw untuk bangun PLTA," kata Budi, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (5/6).
Selain itu, Luhut juga menginstruksikan untuk membangun smelter alumunium berkapasitas 500 ribu sampai 1 juta ton per tahun. Pasokan listrik dari PLTA nantinya akan memasok smelter dan konsumen listrik disekitarnya.
"Smelter Inalum 500 ribu sampai 1 juta ton per tahun. Dari Pak Luhut suruh bilang cepat," ujarnya.
Menurut Budi, percepatan pembangunan kedua infrastruktur tersebut tergantung perizinan dari pemerintah, jika izin dapat segera diterbitkan dia memperkirakan pembangunan bisa dimulai tahun depan.
Saat ini Inalum sedang mencari mitra untuk pembangunan infrastruktur tersebut. Meski nantinya akan ada pembagian porsi dengan mitra, namun Inalum akan tetap memimpin proyek.
"Pak Luhut maunya secepat mungkinlah, tergantung izinnya dari pemerintah. Kalau bangunnya kan perlu lima tahun," tuturnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ruas pembangunan tol Bocimi akan dibuka fungsional
Tinggal satu titik tol Jakarta-Surabaya belum tersambung sebelum mudik Lebaran
Tinggal proses pengerasan, Tol Pandaan - Malang bisa dilalui saat mudik
H-2 Lebaran, Tol Fungsional Pemalang-Semarang bisa dilalui pemudik
Penutup gorong-gorong hilang, Sandiaga minta masyarakat bantu awasi