Luhut Akui Pemerintah Banyak Alami Kendala Tangani Corona di 1,5 Bulan Pertama
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakui, dalam satu setengah bulan pertama pemerintah banyak mengalami kendala dalam menangani Virus Corona. Namun kini, semuanya sudah berjalan dengan baik melalui koordinasi antar Kementerian dan Lembaga.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakui, dalam satu setengah bulan pertama pemerintah banyak mengalami kendala dalam menangani Virus Corona. Namun kini, semuanya sudah berjalan dengan baik melalui koordinasi antar Kementerian dan Lembaga.
"Jadi memang kita dalam 1,5 bulan pertama banyak mengalami kendala. Kemudian, penanganan Covid-19 saat ini upaya kesehatan, pendanaan, kuratif dan preventif. Ini semua sudah dilakukan jadi satgas dengan Kemenkes dikoordinasikan dengan Kementerian PMK ini semua berjalan," ujarnya melalui diskusi online, Jakarta, ditulis Rabu (3/6).
Menko Luhut melanjutkan, saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas tes Virus Corona kepada 14.000 masyarakat. Nantinya kapasitas tes tersebut akan terus meningkat menjadi 15.000 seiring dengan beroperasinya 24 laboratorium.
"Kapasitas testing itu juga meningkat, pernah 14.000 dan itu juga kita target itu masih perlu ditingkatkan ke 15.000 karena reagennya sudah ada dan juga tadi spot laboratorium 24 tempat itu juga sekarang sudah mulai berfungsi," jelasnya.
Dia mengatakan, pasien terinfeksi Virus Corona terus mengalami perlambatan. Bahkan dalam beberapa hari terakhir dari ribuan tes yang dilakukan masyarakat terinfeksi sekitar 600 orang per hari.
"Laju penyebaran Covid-19 ini terus menurun rata-rata penurunan terakhir sekitar 600 kasus per hari meskipun laju tes per hari telah ditingkatkan menjadi 10000. Jadi pernah juga 14.000, tapi begitu, hasilnya yang terinfeksi itu 600 jadi tidak ada perubahan banyak lagi," jelasnya.
"Per 31 Mei, jumlah kasus Covid-19 adalah 26.000, fatality rate ada 6,1 persen ini malah mungkin sudah menurun. Dan recovery rate itu 27,6 persen. Jadi semua angka membaik," sambungnya.
Dengan adanya kondisi tersebut, pemerintah pun mempertimbangkan pemberlakuan kenormalan baru atau new normal. "Sekarang kita masuk kepada laju kesembuhan Covid-19 karena kalau kita mau melakukan new normal kita tidak melakukan itu tanpa dasar. semua kita lakukan dengan dasar atau angka angka," tandasnya.
Baca juga:
Istri Stroke Dimakamkan Khusus Pasien Covid-19, Warga Gowa Gugat Gugus Tugas
Pengalaman Mengerikan Tung Desem Positif Corona: Menggigil-Tak Bisa Napas Hampir Mati
Tes Covid-19 Massal di Wuhan Tak Temukan Kasus Baru, Tapi Ada 300 Orang Tanpa Gejala
Pasien Positif Covid-19 Sembuh di Papua Mencapai 241 Orang
Menko PMK: Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Penerapan Protokol Covid-19 saat New Normal
Cerita Ruben Onsu Rumahkan 2500 Karyawannya karena Terdampak Corona, Sampai Menangis