Lonjakan Kasus Covid-19 Ancam Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Sulit Sentuh Target Atas
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mewaspadai, adanya pengaruh lonjakan kasus Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi kuartal II ditargetkan berada di kisaran 7,1 persen hingga 8,3 persen.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mewaspadai, adanya pengaruh lonjakan kasus Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi kuartal II ditargetkan berada di kisaran 7,1 persen hingga 8,3 persen.
Menteri Sri Mulyani meyakini angka ini dapat tercapai karena beberapa faktor. "Kita harap di kuartal II ini bisa di terjaga (target 7,1 hingga 8,3 persen) karena memang, komponen di kuartal II masih kuat terutama di bulan April dan Mei, baik karena koreksi dari tahun lalu yang base-nya rendah maupun seasonality Lebaran, sehingga dukungannya cukup kuat," ujar Menkeu dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (14/6).
Kendati, kenaikan kasus Covid-19 di bulan Juni dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal II secara keseluruhan. Jika penanganan Covid-19 diketatkan, kemungkinan aktivitas masyarakat dan aktivitas ekonomi akan menurun dan pertumbuhan ekonomi dapat mengalami koreksi.
Oleh karenanya, pihaknya akan terus berhati-hati dalam menerapkan kebijakan agar kenaikan kasus Covid-19 tidak berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal II.
"Kuartal II kita harap akan terjadi pemulihan yang kuat, namun Covid-19 yang terjadi pada Juni pasti akan mempengaruhi proyeksi ini. Jadi kita memang harus hati-hati terutama di proyeksi upper bound, yang sebesar 8,3 persen," tuturnya.
Selanjutnya
Menurut Menteri Sri Mulyani, aktivitas konsumsi masyarakat yang terus meningkat memberi dampak positif di kuartal II dan berlanjut di kuartal III. Namun, aktivitas pasca Lebaran yang melonjak harus diwaspadai.
"Ada koreksi dari sisi indeks frekuensi belanja dan indeks nilai belanja. Dari Lebaran memberikan kontribusi, post Lebaran mulai agak turun, dan kalau ada kenaikan Covid-19, ini dikhawatirkan kurvanya akan sedikit terkoreksi," katanya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)