Lobi Airlangga agar Siemens lebih banyak berinvestasi di Indonesia
Kemenperin juga mengajak Siemens terus menggandeng produsen komponen pembangkit listrik lokal agar menjadi mitra bisnisnya.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke perusahaan manufaktur besar yang berbasis di Jerman, Siemens AG. Di sana, Airlangga bertemu dengan Member of the Board of Managing Directors (BOD) Siemens AG Cedrik Neike.
Airlangga berharap Siemens meningkatkan investasi di Indonesia dan kemitraannya dengan industri dalam negeri. Siemens AG bergerak di sektor industri teknik listrik, elektronik, peralatan energi, transportasi, telekomunikasi, teknologi informasi, lampu, dan peralatan medis.
Kemenperin juga mengajak Siemens terus menggandeng produsen komponen pembangkit listrik lokal agar menjadi mitra bisnisnya.
Siemens memiliki pabrik komponen pembangkit tenaga listrik, seperti turbin uap dan turbin gas di Cilegon, Banten. "Industri kita sudah ada yang mampu memproduksi komponen pembangkit listrik, seperti boiler," kata Airlangga di Berlin, Jumat (4/5) waktu setempat
Beberapa waktu lalu, PT Barata Indonesia (Persero) kembali memperkuat lini bisnisnya melalui kerja sama dengan Siemens Aktiengesellschaft untuk memproduksi turbin khusus industri gula. Kolaborasi ini tertuang dalam penandatanganan Strategic Alliance Agreement.
Rencananya, Siemens juga ingin berinvestasi untuk pengembangan lokomotif kereta api dengan teknologi AC/AC yang memiliki keunggulan mesin kuat, perawatan lebih sederhana, irit bahan bakar dan emisi gas buang yang rendah.
Sepanjang 2010-2015, nilai keseluruhan investasi Jerman di Indonesia mencapai US$552 juta atau setara Rp7,7 triliun dengan 547 proyek.
Investasi Jerman tersebut, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 38.382 orang. Sedangkan, pada 2017, nilai investasi Jerman di Indonesia untuk sektor manufaktur sebesar US$79,3 juta atau setara Rp1,1 triliun dengan total 108 proyek.
Jumlah tersebut, naik dibanding capaian investasi tahun sebelumnya sebesar US$58,5 juta atau setara Rp816,1 miliar dengan 59 proyek. Beberapa proyek investasi Jerman di Indonesia didominasi oleh sektor industri baja dan mesin, kimia dan farmasi, serta otomotif.
Kerja sama tingkatkan SDM
Dalam pertemuan itu, Menperin juga meminta Siemens semakin memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi dalam upaya memantapkan implementasi industri 4.0 di Tanah Air.
Jerman merupakan kiblatnya industri 4.0. Karena itu, untuk memantapkan revolusi industri keempat di Tanah Air, Indonesia perlu banyak belajar dari Jerman terutama mengenai pelatihan SDM industri.
"Di belakang robot tetap ada tenaga kerja, sehingga dibutuhkan training dan reskilling khususnya bagi para generasi muda untuk menghadapi industri 4.0 ini," ujarnya.
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BiYro_Fn4pf/" data-instgrm-version="8" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 100%; padding:0; width: 100%; width: 100%; width: 100%;"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50% 0; text-align:center; width: 100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width: 100%;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BiYro_Fn4pf/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Saat di Siemens, saya juga mengunjungi kampus vokasi (politeknik) milik mereka, saat sampai satu showcase, saya terkesan dengan penjelasan bung Phillip (nama anak muda yang menjelaskan showcase) yang menerangkan bagaimana prinsip kerja mesin dengan robot dan tetap manusia sebagai operatornya, berkaca dari Siemmens ini, saya punya cita-cita, kedepan kita akan bangun sebuah Innovation center terbesar di Indonesia, dimana produk industri teknologi tinggi bisa diteliti dan dikembangkan oleh anak bangsa. Saat ini ada 6 apprentice Indonesia di Vokasi Siemmens ini, kedepan saya berharap jumlah apprenticenya bertambah melebihi apprentice asal China. #Industri4.0 #MenujuIndonesiaMaju #bersamamuindonesiamaju @kemenperin_ri</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">Sebuah kiriman dibagikan oleh <a href="https://www.instagram.com/airlanggahartarto4.0/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> Airlangga Hartarto</a> (@airlanggahartarto4.0) pada <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-05-05T06:26:45+00:00">4 Mei 2018 jam 11:26 PDT</time></p></div></blockquote> <script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>
Menurut Airlangga, dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah telah menetapkan industri elektronik sebagai salah satu dari lima sektor prioritas. Sektor ini, akan jadi percontohan pada penerapan teknologi industri generasi keempat.
"Kita perlu belajar juga dengan Siemens, yang mempunyai pusat vokasi terbesar dan terbaik. Dan sudah melakukan pelatihan di lebih 20 negara di dunia," ujarnya.
Pengembangan industri elektronik di Indonesia ke depan akan diarahkan menjadi manufaktur yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, termasuk komponen. Hal ini guna mengurangi bahan baku impor dan melibatkan dalam rantai pasokan global.
"Maka itu, diperlukan tenaga kerja yang kompeten, pemberian insentif, serta mendorong inovasi lanjutan dan mempercepat transfer teknologi," tuturnya.
Dalam upaya mengakselerasi implementasi industri 4.0, dari 10 langkah prioritas nasional, salah satunya yang perlu disiapkan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Tahun lalu, Siemens telah menandatangani MoU dengan PT PLN (Persero) untuk memacu kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia melalui program vocational training (pelatihan kejuruan). Program ini dijadikan pilot project untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai di sektor industri ketenagalistrikan.
Airlangga mengatakan, revolusi industri 4.0 adalah tantangan dan peluang yang sangat baik bagi Indonesia. Dengan industri 4.0, sektor manufaktur kita akan menjadi lebih efisien, produktif dan dapat bersaing di dunia.
Terlebih, Siemens AG akan meluncurkan sebuah platform digital terbaru bernama Siemens Industrial Edge. Platform ini berfungsi untuk membantu perangkat automasi dengan cara menyediakan pemrosesan data di tingkat mesin serta teknologi analisis canggih dan kemampuan edge computing untuk industri manufaktur dengan aman.
(mdk/esy)