LMAN Salurkan Pembiayaan Rp22,85 Triliun, Terbesar Sejak 2016
Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Rionald Silaban menyebut tahun 2021 pembiayaan yang dilakukan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebesar Rp 22,85 triliun. Capaian tersebut menjadi yang terbesar sejak LMAN berdiri pada tahun 2016.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Rionald Silaban menyebut tahun 2021 pembiayaan yang dilakukan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebesar Rp 22,85 triliun. Capaian tersebut menjadi yang terbesar sejak LMAN berdiri pada tahun 2016.
"Ini merupakan penyaluran tertinggi sepanjang sejarah LMAN," kata Rio dalam acara Kolaborasi Ekosistem Infrastruktur untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi dan Mendukung Pembangunan Berkelanjutan, Jakarta, Rabu (2/3).
Rio, sapaannya menjelaskan tingginya pembiayaan tersebut bermakna kebutuhan tanah untuk pembangunan infrastruktur besar. Artinya, pemerintah telah berkontribusi dalam melakukan pendanaan pembangunan infrastruktur.
Untuk itu dia meminta semua pihak agar memainkan perannya masing-masing dalam kegiatan pengawasan hingga pengendalian atas lahan yang telah dibebaskan pemerintah. Sehingga tidak diklaim pihak lain dan mengganggu proses pembangunan infrastruktur.
"Poin pentingnya, tanah yang dibayarkan LMAN ini akan dicatatkan sebagai barang milik negara," kata dia.
Indonesia Punya SWF untuk Investasi
Rio melanjutkan, saat ini Indonesia telah memiliki SWF Indonesia. Lembaga yang menghimpun dana dari luar negeri ini diharapkan bisa mendukung program pembangunan infrastruktur yang ada di Indonesia.
"Ini agar bisa mendorong investasi di bidang infrastruktur," katanya.
Saat ini upaya pembiayaan yang diberikan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur tidak hanya melalui LMAN. Bisa juga melalui PNM kepada BUMN yang mendapatkan penugasan membangun infrastruktur.
(mdk/ags)