Lima investor asing berminat bisnis di sektor maritim Indonesia
iga diantaranya sudah menyampaikan komitmen investasi sebesar USD 9,3 Miliar.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan ada lima investor asing berminat berbisnis di sektor maritim. Tiga diantaranya sudah menyampaikan komitmen investasi sebesar USD 9,3 Miliar.
Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan kelima investor tersebut berasal dari Australia, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan China. Tiga investor memiliki usaha galangan kapal, dua lainnya bergerak di industri perikanan.
"Marketing officer investasi BKPM terus mengawal minat investasi tersebut agar segera dapat terealisasi. Dari hasil berbagai pertemuan BKPM dengan pihak investor, setidaknya ada tiga investor yang diharapkan segera melakukan proses realisasi investasi. Satu di antaranya adalah investor bidang industri perikanan yang akan melakukan perluasan," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Senin (23/2).
Franky menambahkan ketiga investor serius telah mendapatkan penjelasan detil tentang berbagai peraturan dan insentif terkait industri galangan kapal dan perikanan.
Sebelumnya, pada akhir 2014, pemerintah telah menyepakati untuk memberikan berbagai insentif bagi industri galangan kapal, khususnya di luar Batam. Yakni restitusi pajak pertambahan nilai (PPN), bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk impor komponen bersinggungan dengan industri lain, pembebasan bea masuk (BM) impor komponen, dan pengurangan pajak ( tax allowance ).
Pemberian insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi sektor galangan kapal di luar Batam. Saat ini, hanya terdapat 80 perusahaan galangan kapal di luar Batam. Kalah jauh ketimbang di Batam, sudah mencapai 110 perusahaan.
Diperkirakan investasi sektor galangan kapal tahun ini mencapai Rp 30 Triliun.
Baca juga:
Menko Tedjo maksimalkan TNI AL jaga perairan perbatasan Indonesia
Menlu Retno ingin tingkatkan diplomasi kemaritiman
Pimpinan MPR China bertemu Zulkifli bahas ide maritim Jokowi
Susi dibully, Susi membela diri
JK harap kebijakan ASEAN dan China dapat menguntungkan Indonesia
Berantas illegal fishing, TNI AL ngeluh kekurangan BBM