LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Libya kembali buka pelabuhan ekspor, harga minyak dunia terjun bebas

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus merosot USD 3,73 menjadi menetap di USD 70,38 per barel di New York Mercantile Exchange.

2018-07-12 09:25:12
Migas
Advertisement

Harga minyak bergerak turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Penurunan harga terjadi karena perusahaan minyak National Oil Corp (NOC) Libya mencabut 'force majeure' (keadaan tak terduga yang mencegah seseorang memenuhi kontraknya) pada empat pelabuhan minyak Libya.

NOC mengatakan, produksi dan ekspor dari terminal-terminal itu akan kembali ke tingkat normal dalam beberapa jam ke depan setelah mencabut 'force majeure' di pelabuhan minyak timur pada Rabu (11/7), menurut laporan media.

Produksi minyak Libya turun menjadi 527.000 barel per hari (bpd) dari tertinggi 1,28 juta barel per hari pada Februari setelah penutupan pelabuhan, kata NOC pada Senin (9/7). Sementara itu, persediaan minyak mentah AS turun 12,6 juta barel pekan lalu menjadi 405,2 juta barel, menandai penurunan mingguan terbesar dalam pasokan minyak mentah domestik dalam hampir dua tahun, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu (11/7).

Advertisement

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus merosot USD 3,73 menjadi menetap di USD 70,38 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman September terjun bebas 5,46 menjadi USD 73,40 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah Brent mencatat penurunan satu hari terbesar dalam dua tahun terakhir.

Pasar minyak juga tertekan, karena meningkatnya ketegangan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok mengancam akan merugikan permintaan minyak.

Advertisement

"Meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China telah mendorong penghindaran risiko dalam sesi perdagangan hari ini, yang terbukti dalam harga minyak," kata Abhishek Kumar, analis energi senior di Interfax Energy, seperti dikutip Reuters.

Harga minyak mentah juga turun karena USD naik didukung laporan inflasi AS yang secara mengejutkan kuat, meningkatkan prospek Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dua kali lebih banyak tahun ini. Nilai tukar USD yang lebih kuat dapat melemahkan komoditas berdenominasi USD seperti minyak mentah.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.