LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Lewat sertifikasi, produk kaya Indonesia bakal dominasi Eropa

Saat ini Indonesia menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar kayu tropis di Eropa.

2016-03-12 19:30:00
Pertumbuhan Industri
Advertisement

Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) yang diterbitkan berdasarkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dalam waktu dekat akan diakui sebagai lisensi Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) oleh Uni Eropa. Bahkan, SLK ini dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendominasi pasar produk kayu tropis di benua biru ini.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ida Bagus Putera Parthama mengatakan diakuinya SLK oleh dunia internasional maka akan memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia. Salah satunya, produk olahan kayu Indonesia mendapat kemudahan untuk masuk ke pasar Eropa.

"Pengakuan SLK sebagai lisensi FLEGT akan memberikan keuntungan bagi Indonesia untuk masuk ke pasar Eropa," ujar dia di Jakarta, Sabtu (12/3).

Advertisement

Menurut Ida, saat ini Indonesia menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar kayu tropis di Eropa. Berdasarkan data sistem informasi legalitas kayu, ekspor Indonesia ke Uni Eropa sejak Januari 2013-Desember 2015 mencapai USD 211,9 juta.

Sementara itu, Direktur Program Multistakeholder Forestry Programme III Smita Notosusanto menambahkan, pengakuan SLK sebagai lisensi FLEGT akan menjadi yang pertama di dunia. Nantinya, produk kayu Indonesia tidak perlu lagi melewati prosedur uji tuntas (due dilligence) yang memakan waktu serta biaya untuk masuk ke pasar Uni Eropa.

"Posisi Indonesia dipastikan menjadi yang terdepan dibandingkan negara-negara produsen kayu lainnya karena telah memiliki SVLK," Kata Smita.

Advertisement

Sekedar informasi, berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor furnitur Indonesia pada 2014 senilai USD1,79 miliar. Angka ini meningkat 2,18 persen dari ekspor 2013 yang tercatat senilai USD 1,75 miliar. Sedangkan pada 2015, untuk periode Januri-Juli 2015 nilai ekspor Indonesia mencapai USD 1,01 miliar.

Posisi Eropa sebagai pasar produk furnitur sangat penting. Hal ini karena tiga dari lima negara utama tujuan ekspor furnitur Indonesia merupakan bagai dari Uni Eropa. Pada 2014, lima negara tujuan ekspor terbesar produk furnitur Indonesia antara lain, Amerika Serikat dengan nilai USD628,38 juta (35,19 persen), Jepang senilai USD211,68 juta (11,85 persen),

Kemudian disusul oleh Inggris senilai USD 86,03 juta (4,82 persen), Jerman sebesar USD 80,85 juta (4,53 persen) dan Perancis sebesar USD 76,99 juta (4,31 persen).

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.