Ledakan bom di Bangkok ikut hantam ekonomi Thailand
Nilai tukar mata uang Thailand anjlok ke titik terendah dalam 6 tahun terakhir.
Ledakan bom di Kuil Erawan, Bangkok, Thailand kemarin berdampak buruk pada perekonomian Thailand. Kejadian ini meningkatkan ketidakpastian di negara tersebut. Pasar saham Thailand dan mata uang lokal atau Baht anjlok pada hari ini.
Dilansir dari CNBC, indeks pasar saham Thailand atau indeks SET dibuka turun 2,7 persen di 1.408. Sedangkan mata uang lokal atau Baht Thailand juga anjlok ke titik terendah dalam enam tahun terakhir. Baht melemah 0,5 persen jatuh ke 35,55 per USD atau terendah sejak 2009.
"Ini perjuangan setelah serangkaian data ekonomi yang membuat mata uang Thailand sengsara seperti devaluasi Yuan. Kini ada potensi yang menambah negatif untuk Baht," ucap Senior Trader dari Oanda, Stephen Innes seperti dilansir dari CNBC di Jakarta, Selasa (18/8).
Menurutnya, jika bom memang terkait dengan terorisme maka bisa mempengaruhi kepercayaan investor. Ini kemudian berdampak pada pelemahan mata uang Thailand, ditambah lagi sentimen dari bank sentral Amerika yang akan menaikkan suku bunga.
Perlambatan ekonomi China dan rencana The Fed menaikkan suku bunga membuat banyak investor keluar dari negara berkembang. Suku bunga lebih tinggi Amerika cenderung meredupkan potensi negara berkembang dan berdampak pada anjloknya pasar saham dan melemahnya nilai tukar, seperti yang telah terjadi di Thailand.
Ledakan di Ibu Kota Bangkok, Thailand, yang terjadi Senin (17/8), pukul 19.00 waktu setempat sejauh ini merenggut nyawa 27 orang. Sebagian korban tewas adalah turis asing, diperkirakan asal kawasan Asia Timur. Sedangkan 80 orang lainnya luka-luka. Sejauh ini belum ada informasi ada Warga Negara Indonesia turut menjadi korban.
"Mostly diperkirakan turis dari Tiongkok," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan pendek yang diterima merdeka.com.
Pemerintah Thailand segera melakukan investigasi untuk mencari siapa dalang di balik peristiwa ini. Sejauh ini, belum ada yang bertanggung jawab atas peristiwa peledakan bom. Departemen Luar Negeri AS tadi malam mengatakan, bahwa terlalu dini untuk mengatakan jika ledakan ini adalah serangan teroris.
Namun demikian, ledakan ini merupakan ancaman baru bagi perekonomian Thailand disaat negara mengalami pelemahan pertumbuhan. Konsumsi swasta dan pertumbuhan investasi juga melambat di Thailand.
(mdk/idr)