LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Lebarkan Sayap ke Kawasan ASEAN, Surveyor Indonesia Bakal Bakal Masuk Vietnam

Jika kerja sama tersebut berhasil diwujudkan, maka Surveyor Indonesia nantinya akan menjadi inspektor bahan baku yang bakal digunakan Hang Long Cement dalam kegiatan produksi.

2019-09-26 17:27:56
BUMN
Advertisement

PT Surveyor Indonesia (Persero) berkomitmen untuk melakukan ekspansi bisnis ke wilayah regional ASEAN. Langkah pertama yang akan dilakukan yaitu dengan penetrasi ke Vietnam.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Dian M. Noer mengatakan, saat ini, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Hang Long Cement anak perusahaan Semen Indonesia yang merupakan holding BUMN untuk semen.

"Masih negosiasi, pendekatan dengan pihak Vietnam. Dua kali ketemu," kata dia dalam Media Gathering di Surabaya, Kamis (26/9).

Advertisement

Jika kerja sama tersebut berhasil diwujudkan, maka Surveyor Indonesia nantinya akan menjadi inspektor bahan baku yang bakal digunakan Hang Long Cement dalam kegiatan produksi.

Dia mengakui, bahwa negosiasi dengan pihak Vietnam memang tidak mudah. Mengingat bentuk pemerintahan yang berbeda dengan Indonesia. "Jadi perlu stamina yang kuat biar tidak capek," ungkap dia.

Dian mengharapkan ekspansi ke pasar ASEAN dapat membuat perseroan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. "Kita ekspansi, masuk pasar regional. Kita ingin dikenal. Tentu setelah itu revenue, laba, dan peluang-peluang perusahaan di sana," tandasnya.

Advertisement

Surveyor Catatkan Laba Rp130 Miliar

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Dian M. Noer mencatat bahwa perusahaannya hingga Agustus 2019 telah mengantongi pendapatan Rp842 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak tercatat mencapai Rp130 miliar.

Pendapatan tersebut disumbang dari sektor migas dan mineral batubara dengan porsi 64 persen dari total pendapatan. Sedangkan sektor migas memberi sumbangan besar untuk laba, yakni 58 persen.

Untuk tahun 2019, pihaknya mengincar pendapatan sebesar Rp1,3 triliun. Target ini sebagaimana tercantum dalam RKP tahun 2019 Surveyor Indonesia. Melihat kinerja pendapatan hingga Agustus, Dian optimistis, target tersebut dapat dilampaui.

Dalam menghadapi tantangan global, di usianya yang ke-28, Surveyor Indonesia telah berhasil menggandeng perusahaan global multinasional seperti Systra (Transportation) Siemens ( Operation and maintainance ), Airport D France untuk support kegiatan operasional Surveyor Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

"Sinergi BUMN terus dibangun dan bertambah, menghasilkan kontrak-kontrak baru, hal ini menunjukkan bahwa Surveyor Indonesia semakin dipercaya. Sinergi yang telah terjalin dengan banyak BUMN," kata Dian.

Surveyor Indonesia juga mulai mengembangkan bisnis anorganik dalam penyediaan ketenagalistrikan bekerja sama dengan BUMN besar dari korea (Kowepo). Diharapkan ke depan akan terus berkembang sejalan dengan bisnis Surveyor Indonesia.

Dalam menghadapi persaingan usaha, Surveyor Indonesia melakukan inovasi-inovasi terutama dalam menyajikan pelayanan dan solusi total bagi para pengguna jasa. "Kami telah menyelesaikan perbaikan proses bisnis internal dengan otomasi sistem melalui pemanfaatan teknologi informasi," ujar Dian.

Dia menyebutkan, beberapa proyek strategis yang telah dikerjakan antara lain dalam sektor migas, Surveyor Indonesia mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur migas dan sistem pembangkit, menjadi Independent Assurance dalam transaksi Government to Bussiness (G to B) dan Bussiness to Business (B to B) serta fasilitas produksi energy primer.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.