Lebaran, PLN janjikan tidak ada pemadaman listrik
Lebaran, PLN janjikan tidak ada pemadaman listrik. Dia pun menjelaskan pihaknya akan berusaha mengurangi hambatan dan gangguan yang bisa menyebabkan pasokan listrik ke masyarakat terganggu. Namun, apabila memang PLN terpaksa harus melakukan pemadaman, dia menjanjikan jangka waktunya tidak lama.
Kebutuhan ketersediaan listrik selama Lebaran sangat besar. Sebab, sebagai salah satu kebutuhan vital masyarakat, kelangkaan pasokan listrik tentu mengurangi momen berkumpul bersama keluarga di saat Lebaran.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin tidak akan terjadi pemadaman listrik selama Lebaran. Hal ini diungkapkan Dirut PLN, Sofyan Basyir di sela-sela acara buka bersama anak yatim dan dhuafa di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (19/6).
"Pemadaman tidak ada. Pemadaman tidak boleh," ungkap Sofyan.
Dia pun menjelaskan pihaknya akan berusaha mengurangi hambatan dan gangguan yang bisa menyebabkan pasokan listrik ke masyarakat terganggu. "Adanya gangguan seperti pohon jatuh, mobil menabrak tiang, ya kan mati listriknya," jelasnya.
Namun, apabila memang PLN terpaksa harus melakukan pemadaman, dia menjanjikan jangka waktunya tidak lama. "Kalau pemadaman itu dengan disengaja, bahwa pasokan tidak cukup dan harus melakukan pemadaman, atau pemeliharaan jaringan, ada gardu meledak. Tapi itu hanya gangguan, berjam-jam selesai," tandasnya.
Dia juga menyampaikan kebutuhan listrik pada masa Lebaran akan mengalami penurunan drastis hingga 40 persen. Ini disebabkan sektor industri sebagai pengguna listrik terbesar tidak beroperasi selama Lebaran.
"Biasanya kalau Lebaran hari kedua turun luar biasa. Drastis kira-kira bisa sampai 30, 40 persen turun permintaannya. Secara nasional turun. Pengalaman yang lalu-lalu. Industri yang terbesar," pungkasnya.
Baca juga:
PLN gelar buka bersama 3.200 anak yatim dan beri santunan Rp 2,65 M
Jaga pasokan listrik Lebaran, Arcandra sidak kapal PLTU Medan
Tak terima subsidi listrik dicabut, ini tempat aduannya
Selama ini warga mampu disubsidi listrik Rp 105.000 per bulan
Dahlan menang praperadilan, Kejagung ambil alih kasus korupsi gardu
Bos PLN: Tidak ada kenaikan tarif listrik, faktanya malah turun
Trik agar bayaran listrik turun tiap bulan dari bos PLN