LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Layani laporan pajak, BRI ingin nasabahnya makin banyak

BRI menargetkan, dari kerja sama melayani pembayaran pajak, pertumbuhan nasabah bisa mencapai 30 persen.

2014-03-24 14:05:40
Pajak
Advertisement

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menjadi bank pertama yang diminta jadi rekanan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan melayani pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan.

Sejauh ini, kerja sama itu tidak disebut memberikan keuntungan komersial kepada BRI. Akan tetapi, bank BUMN tersebut mengakui bakal ada biaya sewa server dari pemerintah kepada mereka.

"Nanti akan melalui fee based, tapi mungkin kita juga dapat costumer based, yang datang ke BRI melaporkan pajaknya. Prinsip dasarnya, kita membantu dulu, berapa Ditjen Pajak mau kasih, kita terima," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basyir di Jakarta, Senin (24/3).

Advertisement

Selain itu, adanya potensi peningkatan jumlah pembayar pajak di masa mendatang jadi incaran BRI. Dari 61 juta penduduk Indonesia mampu membayar pajak pribadi, baru 25 juta orang yang melaksanakan kewajibannya.

Sebagai uji coba penyedia jasa layanan SPT, BRI baru melaporkan pajak dari karyawan mereka yang berjumlah 113.000 orang di seluruh Indonesia. Dalam tahun ini, cakupan program itu akan menjangkau nasabah bank pelat merah itu.

Tahun depan, Sofyan berharap masyarakat umum pembayar pajak dapat mengurus pajak di kantornya, lalu tertarik sekalian menabung di BRI.

Advertisement

"Kita berhitung calon nasabah. Target pertambahan nasabah belum tahu, tapi kita lihat nanti pajak yang masuk. Mungkin ada 10 juta non-nasabah, siapa tahu 20-30 persen bisa jadi nasabah kita," ungkapnya.

Melalui kerja sama ini, nasabah maupun masyarakat biasa dapat melaporkan SPT pajak lewat sistem e-Filing via Internet ke 9.800 kantor cabang BRI di seluruh Indonesia.

Bank BUMN ini dipilih oleh Ditjen Pajak, selain karena jumlah nasabah yang mencapai 48 juta orang, alasan lain adalah infrastruktur teknologi informasinya memadai.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany yang ditemui terpisah. Dia menyatakan server pihaknya akan lebih ringan, ketika ada lonjakan laporan SPT tahunan. "Memang BRI punya kapasitas itu. Bukan hanya bank BUMN besar, tapi ternyata BRI punya IT paling canggih juga sekarang," ujarnya.

Ditjen Pajak menargetkan tahun ini laporan pajak lewat internet bisa diikuti 700.000 wajib pajak pribadi. Pelaksanaan e-Filing saat ini sudah memasuki tahun ketiga. Tahun lalu, ada sebanyak 24 ribu SPT dilaporkan lewat e-Filing.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.