LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Langkah awal pemerintah sederhanakan Rupiah

Pemerintah pede memulai sosialisasi penyederhanaan Rupiah meski belum ada kepastian dasar hukum disetujui.

2013-01-24 09:16:00
Redenominasi rupiah
Advertisement

Semangat pemerintah dan Bank Indonesia untuk menyederhanakan mata uang Rupiah semakin menggebu. Kemarin, Rabu (23/1), Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia melakukan kick off konsultasi publik yang menjadi langkah awal sosialisasi redenominasi Rupiah.

Langkah pemerintah dan dan BI ini dilakukan saat pemerintah belum menyelesaikan pembahasan Undang Undang tentang Redenominasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, kedua institusi tersebut tetap konsisten terhadap targetnya, yaitu sosialisasi dari yang dimulai dari bulan Januari hingga Mei nanti. Tahun ini juga, pemerintah dan BI menargetkan pembahasan UU Redenominasi kelar tahun ini.

Setelah itu, masa transisi redenominasi pun dimulai. Bank Indonesia mengaku telah menyiapkan Rp 200 miliar untuk masa transisi selama enam tahun. Dalam masa transisi ini, dua jenis uang Rupiah beredar di pasaran. Hal ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat mengenal mata uang baru.

Advertisement

Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, menambahkan dalam enam tahun nanti akan dilakukan tiga tahap utama yakni persiapan, transisi dan phasing out. Dalam tahap persiapan kegiatan utamanya ialah penyusunan RUU Redenominasi, rencana pencetakan uang dan distribusi, penyesuaian infrastruktur dan teknologi informasi sistim pembayaran.

"Serta akuntansi serta komunikasi kepada seluruh masyarakat," ucapnya.

Pada tahap transisi akan diberlakukan dua mata uang yakni rupiah lama dan baru. Dan pada tahap phasing out ialah melakukan pengembalian mata uang rupiah dengan kata 'baru' menjadi rupiah.

Advertisement

Di sisi lain, Darmin juga mengungkapkan sisi negatif dari redenominasi yang meniru sistem penyederhanaan mata uang di Turki satu dekade lalu ini. Dia mengatakan, efek dari redenominasi ini adalah naiknya harga barang karena pembulatan ke atas.

Menurut Darmin, saat ini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan implementasi redenominasi karena perekonomian diprediksi tetap stabil dalam beberapa tahun ke depan. "Dalam 3 tahun terakhir perekonomian mampu tumbuh di atas 6 persen, nilai tukar stabil dan inflasi semakin terkendali dengan tren menurun," tuturnya.

Pemerintah, untuk mendukung program ini, selalu menekankan bahwa redenominasi akan membawa derajat mata uang Indonesia tinggi di mata dunia. Pasalnya, di seluruh ASEAN, nominal Rupiah masih terbesar kedua setelah Vietnam. Jika Indonesia mempunyai pecahan Rp 100.000, maka Vietnam mempunyai pecahan paling besar 500.000 Dong.

(mdk/rin)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.