Laju USD melemah tertekan penguatan harga minyak dunia
Laju USD juga tertekan setelah The Fed sepakat untuk menunda terkait kenaikan tingkat suku bunga.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (23/2). Mengutip data Bloomberg, Rupiah dibuka di level Rp 13.410 per USD atau menguat dibanding penutupan kemarin di Rp 13.438 per USD.
Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, pergerakan laju Rupiah terimbas secara tidak langsung oleh menguatnya harga minyak mentah dunia. Dengan menguatnya laju harga minyak yang berimbas pada laju sejumlah harga komoditas lainnya memberikan tekanan pada laju USD sehingga mampu diimbangi oleh kenaikan sejumlah mata uang lainnya.
Di Asia, sejumlah mata uang terlihat terapresiasi terhadap laju USD antara lain AUD, NZD, Yuan, INR, dan beberapa lainnya.
Pelemahan laju USD belum lagi merespon pernyataan The Fed setelah The Fed sepakat untuk menunda terkait kenaikan tingkat suku bunga AS dikarenakan besarnya tingkat volatilitas pasar yang dapat membebani The Fed saat mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga. Laju Rupiah pun mampu melampaui perkiraan kami akan terjadinya pelemahan.
"Dengan mulai meredanya sentimen di pasar dan diikuti oleh sentimen penguatan harga minyak mentah maka kami harapkan laju Rupiah dapat kembali melanjutkan pergerakan positifnya. Laju Rupiah akan berada di level Rp 13.500-Rp 13.424 per USD," ujarnya dalam riset harian.
(mdk/idr)