Laju Rupiah diperkirakan terperosok sendirian
Mata uang negara lain diprediksi bergerak menguat seiring penguatan bursa saham global.
Pergerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan semakin melemah. Penguatan bursa saham global yang dibarengi dengan membaiknya laju mata uang Asia tampaknya belum cukup kuat untuk mengajak Rupiah duduk di zona hijau.
"Laju Rupiah di bawah target support 14.385. Rp 14.450-14.436 (kurs tengah BI)," ujar Analis NH Korindo Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (17/9).
Menurutnya, dari pantauan data BI, laju Rupiah kian terperosok di zona merah.
"Akan menjadi pertanyaan besar di pelaku pasar ketika melihat laju Rupiah yang kian melemah sementara mata uang lainnya tidak terlalu melemah dalam," jelas dia.
Di sisi lain, mulai meningkatnya harga minyak seharusnya membuat penguatan laju USD kian tertahan namun, itupun juga tidak membuat Rupiah menguat.
Sebelumnya, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS di pasar uang spot antarbank Jakarta pada Rabu (16/9) bergerak melemah 42 poin menjadi 14.450 per USD dibandingkan posisi sebelumnya 14.408 per USD.