Laba Taspen Anjlok 62 Persen Jadi Hanya Rp 271,55 Miliar
Direktur Keuangan PT Taspen, Helmi Imam Satriyono mengatakan, penurunan laba terjadi karena kondisi pasar global yang tidak stabil di tahun lalu.
PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri atau Taspen (Persero) membukukan laba sebesar Rp 271,55 miliar sepanjang tahun 2018. Capaian laba tersebut turun sebesar 62,37 persen jika dibandingkan dengan laba tahun 2017 sebesar Rp 721,73 miliar.
Direktur Keuangan PT Taspen, Helmi Imam Satriyono mengatakan, penurunan laba terjadi karena kondisi pasar global yang tidak stabil di tahun lalu.
"Setelah dikurangi pajak penghasilan badan, laba tahun berjalan tahun 2018 PT Taspen mencapai Rp 271,55 miliar," kata Helmi dalam konferensi pers, di Kantor PT Taspen, Jakarta, Kamis (14/2).
Ketidakpastian ekonomi global berdampak pada pasar modal Indonesia yang menjadikan sangat volatile, sehingga hasil investasi PT Taspen jauh dari target yang ditetapkan.
"Pendapatan kami 45 persen berasal dari investasi. Ketika ketidakpastian ini tinggi, market indeks menurun, susah dapat margin," jelas dia.
Meski demikian, total aset Taspen naik sebesar 0,65 persen dibanding tahun sebelumnya, dari Rp 230,38 menjadi Rp 231,87 triliun.
Kemudian total aset investasi korporasi Rp 90,86 triliun atau naik 6,85 persen dari Rp 85,03 triliun di tahun sebelumnya. Sementara aset investasi pensiun di tahun 2018 sebesar Rp 125,90 triliun juga naik 1,56 persen dari Rp 123,97 triliun.
Baca juga:
Jurus Taspen Kejar Target Laba Rp 325 Miliar di 2019
Ini Rencana Belanja 2019 Bank Mantap Usai Dapat Suntikan Rp 500 Miliar
Taspen Tambah Kepemilikan Saham di Bank Mantap Menjadi 48,41 Persen
Dapat Kucuran Dana Rp 500 M, Bank Mantap Bakal Maksimalkan Potensi Pasar
Ini Daftar 10 BUMN Pemilik Utang Terbesar