Laba Saudi Aramco Tembus Rp 1.154 T, Nyaris Sama dengan Pendapatan Pajak RI 2018
Laba Saudi Aramco yang mencapai Rp 1.154 triliun hampir menyamai pendapatan pajak Indonesia selama 2018. Di mana, pendapatan pajak negara sepanjang 2018 tercatat Rp 1.315 triliun atau 92 persen realisasi dari target APBN 2018 sebesar Rp 1.424 triliun.
Produsen minyak terbesar dunia, Saudi Aramco meraup laba bersih hingga USD 111,1 miliar atau sekitar Rp 1.154 triliun sepanjang tahun lalu. Laba Saudi Aramco ini jauh lebih tinggi dibanding Apple Inc yang hanya USD 59,5 miliar dan Exxon Mobil yang tercatat hanya USD 20,8 miliar.
Mengutip data yang dipublish Bloomberg, Samsung menjadi perusahaan perolehan laba terbesar ketiga dunia setelah Saudi Aramco dan Apple yaitu USD 35,1 miliar. Selanjutnya disusul Alphabet dengan laba bersih USD 30,7 miliar sepanjang tahun lalu.
JPMorgan Chase berada diurutan kelima dengan perolehan laba terbesar dunia yaitu USD 30,7 miliar yang kemudian disusul Shell dengan laba bersih USD 23,4 miliar. Sedangkan Exxon Mobil berada di di urutan ke-7 dengan laba USD 20,8 miliar.
Menurut laporan Moody, Saudi Aramco memberikan dividen ke negara sebesar USD 58,2 miliar di tahun lalu. Namun, dalam persentasi kepada pemegang obligasi, perusahaan mengatakan memberi dividen ken negara sebesar USD 52 miliar. Tak ada kejelasan terkait perbedaan data ini.
Laba Saudi Aramco yang mencapai Rp 1.154 triliun hampir menyamai pendapatan pajak Indonesia selama 2018. Di mana, pendapatan pajak negara sepanjang 2018 tercatat Rp 1.315 triliun atau 92 persen realisasi dari target APBN 2018 sebesar Rp 1.424 triliun. Artinya kekurangan penerimaan (shortfall) pajak sebesar Rp 108,1 triliun tahun lalu.
Namun demikian, realisasi penerimaan pajak 2018 sebenarnya lebih baik dari tahun lalu. Pada 2017, realisasi penerimaan pajak hanya mencapai Rp 1.151,1 triliun atau sekitar 89 persen dari target yang dipatok Rp 1.283,57 triliun. Artinya, tahun ini terjadi peningkatan sebesar 14,3 persen.
Baca juga:
Terminal LNG Teluk Lamong Jamin Pasokan Gas Jangka Panjang di Jawa
Pemerintah Jokowi Buka Peluang Kerja Sama dengan Jepang Kelola Migas di Perairan RI
Perkuat Infrastruktur Gas Bumi, PGN Bangun Terminal LNG di Jawa Timur
SKK Migas Sebut Ada Investor Tertarik Ikut Garap Blok Masela
Harga Minyak Bervariasi Dipicu Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global