Laba Pertamina Meroket 112 Persen jadi Rp9,4 Triliun
Pahala mengungkapkan, peningkatan laba bersih Pertamina disebabkan penurunan harga minyak dunia sepanjang periode tersebut dengan rata-rata USD 63 per barel, sehingga membuat biaya produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan.
PT Pertamina (Persero) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 112 persen di semester 1 2019. Laba bersih perusahaan mencapai USD 660 juta atau Rp9,4 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang hanya USD 311 juta atau Rp4,4 triliun.
"Memang meningkat signifikan dibanding semester pertama tahun lalu," kata Direktur Keuangan Pertamina Pahalah N Mansury di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (26/8).
Pahala mengungkapkan, peningkatan laba bersih Pertamina disebabkan penurunan harga minyak dunia sepanjang periode tersebut dengan rata-rata USD 63 per barel, sehingga membuat biaya produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan.
"Memang komposisi signifikan adalah minyak mentahnya kita produksi BBM tapi crude diproduksi kilang kita," tuturnya.
Pahala mengakui, penurunan harga minyak juga membuat penurunan pendapatan, namun jika dibandingkan dengan penurunan beban biaya produksi jauh lebih lebih sedikit.
"Turunnya ICP biaya beban produksi kita mengalami penurunan. Memang menurunnya hara ICP sedikit mengalami penurunan, tapi penurunan pendapatan lebih kecil dibanding beban pokok penjualan," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pembayaran Kompensasi Tumpahan Minyak Molor, Ini Alasan Pertamina
Pertamina Target Sumur Bocor di Pantai Utara Bisa Ditutup Oktober 2019
Pertamina Telah Kumpulkan Minyak Tumpah Sebanyak 13.427 Barel
Pertamina Libatkan Pekerja Asing Percepat Penanganan Tumpahan Minyak
Lewat Teknologi Ini, Mahasiswa ITB Juarai Pertamina Energy Hackathon 2.0
Pertamina Siapkan 3 Langkah Perubahan Hadapi Era Transformasi Digital