LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Laba Indosat meroket 184 persen jadi Rp 1,1 triliun

Kenaikan laba bersih didorong peningkatan operasional yang positif serta pergerakan nilai tukar yang stabil sehingga utang dalam mata uang asing lebih rendah.

2017-03-19 12:46:08
Indosat
Advertisement

Indosat Ooredoo mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun hingga akhir 2016 silam. Angka laba ini naik 184,4 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Head of Corporate Communications Group Indosat Ooredoo, Deva Rachman mengatakan, kenaikan laba bersih didorong peningkatan operasional yang positif serta pergerakan nilai tukar yang stabil sehingga utang dalam mata uang asing lebih rendah.

"Pendapatan kita tumbuh 9 persen terhadap tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 29,2 triliun untuk tahun 2016," kata Deva di Jakarta, Minggu (19/3).

Advertisement

Ebitda ((pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) Indosat tercatat tumbuh 12,1 persen menjadi Rp 12,9 triliun (2015 sebesar Rp11,5 triliun), dengan marjin Ebitda sebesar 44,1 persen.

Beban biaya mengalami peningkatan sebesar 3,4 persen menjadi Rp 25,2 triliun (2015 sebesar Rp 24,4 triliun). Pendapatan selular, Midi dan telekomunikasi tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83 persen, 14 persen, dan tiga persen terhadap pendapatan konsolidasian Perusahaan.

Pendapatan selular meningkat sebesar 10 persen pada tahun 2016, utamanya disebabkan peningkatan pendapatan data, telepon, layanan pesan singkat (SMS) dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi. Jumlah pelanggan selular pada akhir tahun 2016 mencapai 85,7 juta pelanggan.

Advertisement

Sementara itu, pendapatan Midi meningkat sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2015, utamanya disebabkan pertumbuhan bisnis layanan informasi teknologi yang dikontribusi dari Lintasarta, salah satu anak perusahaan Indosat Ooredoo.

Untuk pendapatan telekomunikasi tetap turun sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun 2015 yang disebabkan turunnya trafik dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Kita terus mengembangkan jaringan telekomunikasi secara nasional dengan menambah 5.796 BTS di mana 57 persen di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data."

Jumlah pelanggan selular pada tahun 2016 meningkat sebesar 16 juta pelanggan dibandingkan dengan tahun 2015 di mana ini merupakan hasil dari penawaran paket-paket menarik yang sesuai dengan gaya hidup pelanggan.

Perusahaan juga melihat pertumbuhan jumlah pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 147,1 persen dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 46,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga:
Iflix dapat sokongan dana USD 90 juta
Indosat Ooredoo komitmen tingkatkan kualitas perempuan Indonesia
Cipika Play perluas jangkauan outlet token games online
Indosat Ooredoo Stock Trading Contest (ISTC) masuki tahap bootcamp

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.