LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Laba Indofood meroket 92 persen jadi Rp 3,24 triliun

"Sehingga kami dapat membukukan penjualan neto konsolidasi naik menjadi Rp 49,87 triliun dari Rp 47,56 triliun," ujar Anthoni.

2016-10-28 15:18:15
Indofood Sukses Makmur
Advertisement

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan laba bersih Rp 3,24 triliun di sembilan bulan pertama 2016 ini. Angka ini meroket 92,5 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya Rp 1,68 triliun.

Direktur Utama dan CEO Indofood, Anthoni Salim mengatakan, kenaikan laba bersih ini ditopang dari kelompok usaha seperti produk konsumen bermerek, bogasari, agribisnis dan distribusi masing-masing memberikan kontribusi sekitar 52 persen, 23 persen, 17 persen dan 8 persen terhadap total penjualan perusahaan.

"Sehingga kami dapat membukukan penjualan neto konsolidasi naik menjadi Rp 49,87 triliun dari Rp 47,56 triliun," ujar Anthoni dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (28/10).

Advertisement

Kenaikan penjualan tersebut turut mendongkrak laba usaha tumbuh 9,4 persen menjadi Rp 5,93 triliun dari Rp 5,42 triluun, dan marjin laba usaha naik menjadi 11,9 persen dari 11,4 persen.

"Ini terutama disebabkan oleh laba selisih kurs tahun ini dibandingkan dengan rugi selisih kurs pada tahun sebelumnya," ungkapnya.

Sementara, anak usaha INDF, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga menorehkan kenaikan laba sebesar 15,9 persen menjadi Rp 2,83 triliun dari Rp 2,44 triliun. Sehingga turut menopang penjualan perusahaan tumbuh 9,9 persen menjadi Rp 26,47 triliun dari Rp 24,10 triliun.

Advertisement

"Kontribusi penjualan dari divisi mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus dan minuman, masing-masing sekitar 64 persen, 20 persen, 7 persen, 2 persen, 2 persen dan 5 persen dari total penjualan," jelas Anthoni.

Menurutnya, periode sembilan bulan ini merupakan periode baik bagi perusahaan mengingat kondisi pasar secara umum serta dilaksanakannya strategi-strategi yang mampu menghasilkan kinerja baik.

Alhasil, laba usaha perusahaan juga tumbuh 24,2 persen menjadi Rp 3,97 triliun dari Rp 3,20 triliun, dan marjin laba usaha naik menjadi 15 persen dari 13,3 persen yang disebabkan naiknya penjualan.

Baca juga:
5 Fakta mencengangkan di akhir periode I Tax Amnesty
Ikut Tax Amnesty, bos Indofood ingin ikut bangun Indonesia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.