LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Laba Bank Mandiri Naik 11 Persen Jadi Rp13,5 Triliun di Semester 1-2019

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi mengatakan, pencapaian tersebut terutama didorong oleh kualitas kredit yang semakin membaik dengan NPL gross 2,59 persen atau turun 54 bps dari tahun lalu.

2019-07-17 16:30:36
Bank Mandiri
Advertisement

Bank Mandiri mencatatkan laba bersih Rp13,5 triliun pada triwulan II atau Semester I-2019. Laba tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 11,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi mengatakan, pencapaian tersebut terutama didorong oleh kualitas kredit yang semakin membaik dengan NPL gross 2,59 persen atau turun 54 bps dari tahun lalu.

"Capaian ini didorong oleh pertumbuhan bisnis yang lebih substain ditandai dengan pertumbuhan rata-rata kredit bank 12,1 persen year on year atau mencapai Rp690,5 trilliun pada Juni 2019," kata dia dalam Paparan Publik Kinerja Keuangan Triwulan - II 2019, di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (17/7).

Advertisement

Selain itu, pencapaian laba bersih Bank Mandiri dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 14,85 persen (YoY) menjadi Rp44,5 triliun, penurunan biaya CKPN sebesar 21,28 persen serta diiringi dengan perbaikan kualitas kredit dan pengendalian biaya operasional yang berhasil kami tekan hingga tumbuh terkendali di single digit.

"Bank Mandiri terus menunjukkan konsistensi dalam perbaikan kualitas kredit, di mana penurunan NPL gross menjadi 2,59 persen disebabkan oleh pengendalian manajemen risiko dan perbaikan kualitas kredit di hampir seluruh segmen bisnis. Rasio NPL gross tersebut merupakan angka terendah sejak triwulan III 2015," ungkapnya.

Hery menambahkan, strategi pertumbuhan Bank Mandiri saat ini lebih mengutamakan sustainabilitas jangka panjang, di mana pengukuran kinerja tidak semata-mata diukur dari angka akhir periode (ending balance), melainkan menggunakan saldo rata-rata (average balance). Hal ini terbukti efektif yang dilihat dari pertumbuhan kredit rata-rata perseroan secara bank only yang tumbuh cukup baik 12,1 persen (YoY).

Advertisement

"Pertumbuhan tersebut ditopang oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail yang berfokus pada kredit micro dan consumer," ujarnya.

Per Juni 2019, pembiayaan segmen Corporate secara bank only tumbuh rata-rata 21,2 persen yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp338,4 triliun, segmen micro banking secara bank only tumbuh rata-rata 23,6 persen yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp110,4 triliun, dan kredit consumer secara bank only tumbuh rata-rata 9,0 persen dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp87,3 triliun.

"Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, kami juga berupaya menjaga komposisi kredit produktif dalam porsi yang signifikan, yakni 77,4 persen dari total portofolio kredit Bank Mandiri dengan penyaluran kredit investasi mencapai Rp242,3 triliun dan kredit modal kerja mencapai Rp319,3 triliun," tutupnya.

Baca juga:
Mandiri Utama Finance: Pemanfaatan Data Kependudukan Bikin Proses Bisnis Lebih Valid
Tiga BUMN Sinergi Kembangkan Industri Tekstil di Tanah Air
Gencarkan Transaksi Syariah, Bank Syariah Mandiri Gandeng e-Commerce Tokopedia
Sembilan Start-up Teknologi Financial Unjuk Kebolehan di Hadapan Investor
4 BUMN Masuk Daftar Perusahaan Publik Terbesar Dunia versi Forbes
Mudik Lebaran 2019, Transaksi Mandiri E-Money Meroket 40 Persen

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.