LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kurs Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Level Rp15.575 per USD

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, penguatan mata uang Garuda tersebut terjadi karena pasar menyambut baik neraca perdagangan yang mengalami surplus. Di mana, neraca perdagangan surplus sebesar USD 740 juta.

2020-04-15 16:24:22
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (15/4). Dalam perdagangan sore ini, Rupiah ditutup menguat tipis di level Rp15.575 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp15.645 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, penguatan mata uang Garuda tersebut terjadi karena pasar menyambut baik neraca perdagangan yang mengalami surplus. Di mana, neraca perdagangan surplus sebesar USD 740 juta.

"Neraca perdagangan Indonesia (NPI) mencatat surplus di USD 740 juta lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar USD 544 juta pada Maret 2020," ujar Ibrahim di Jakarta, Rabu (15/4).

Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan nilai ekspor Indonesia bulan lalu adalah USD 14,09 persen. Turun tipis -0,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski terkontraksi (tumbuh negatif), tetapi lebih landai dibandingkan ekspektasi pasar yaitu -6,5 persen.

"Sementara nilai impor tercatat USD 13,35 miliar, turun -0,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Juga lebih landai ketimbang konsensus pasar yang memperkirakan di angka -8,24 persen," jelasnya.

Advertisement

Kebijakan Pertahankan Suku Bunga

Keputusan Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuannya di 4,5 persen, lending facility menjadi 5,25 persen dan deposit facility 3,75 persen memberi positif. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas eksternal di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang saat ini masih relatif tinggi.

"Ini menandakan pasar kembali stabil dan optimistis sehingga arus modal asing kembali membanjiri pasar valas dan obligasi dalam negeri. Ini merupakan berkah tersendiri bagi mata uang Garuda yang terus menapakkan sayapnya sehingga menjadi mata uang nomor satu di Asia," tandasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.