Kurangi cetak uang rusak, Peruri beli mesin canggih dari Amerika
Pihaknya menargetkan dapat menekan potensi cacat produksi hingga 3-4 persen.
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mengaku terus berupaya meminimalisir angka kerusakan pada produksi cetak uang. Saat ini, pihaknya telah membeli mesin baru dari Amerika Serikat yang diklaim lebih canggih.
Direktur Umum Peruri Prasetio menjelaskan, pembelian ini sesuai dengan target yang diberikan Bank Indonesia sebagai pemesan terbesar untuk menekan tingkat kerusakan di bawah 5 persen. Pihaknya menargetkan dapat menekan potensi cacat produksi hingga 3-4 persen.
"Dan kami bisa buktikan. Ke depan akan lebih rendah lagi seiring adanya mesin percetakan baru yang lebih canggih," katanya kepada wartawan di Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (7/4).
Prasetio menambahkan mesin cetak dengan teknologi lebih canggih ini sudah datang sejak tahun lalu. Mesin baru ini disebut mempunyai kemampuan mendeteksi produksi cacat tanpa harus menunggu kontrol kualitas di akhir skema produksi.
"Sistem pendeteksian uang yang rusak atau cacat itu bisa lebih awal lagi. Karena alat ini lebih canggih dengan adanya camera inspection dari mesin itu," ujarnya.
Selanjutnya, Prasetio mengungkapkan satu mesin asal Amreika itu dapat mengurangi 20 persen beban produksi saat ini serta meingkatkan kapasitas yang ada.
"Sehingga ada tambahan 200 juta bilyet lebih tinggi menjadi 1,2 milar bilyet uang kertas yang dicetak. Bahkan waktunya lebih sedikit 1,5 bulan," tutupnya.
Baca juga:
Peruri cetak 9,3 miliar uang kertas sepanjang 2015
BUMN pencetak uang ini raup laba Rp 324 miliar di 2015
Intip sosok pria lulusan SMA pembuat gambar di lembaran uang kertas
2016, Peruri hanya akan produksi uang 8,5 miliar bilyet
Minta kenaikan gaji, ratusan pegawai geruduk kantor Peruri
Peruri nilai uang digital tak ancam duit logam dan kertas
2016, Peruri anggarkan belanja Rp 500 miliar