LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kuasa Phillip Morris dari buruh sampai petani

Sampoerna memberi insentif yang sangat besar pada petani untuk menanam tembakau jenis White Barley.

2014-06-02 09:36:00
PHK Sampoerna
Advertisement

"Ini karena Sampoerna sekarang dimiliki Phillip Morris. Makanya dia bisa PHK seperti itu," kata Iteng Ahmad Surowi (44), petani tembakau senior di Lumajang, Jawa Timur, mengomentari langkah PT Hanjaya Mandala Sampoerna memecat 4.900 buruh pabriknya pertengahan Mei lalu. Kebetulan, satu dari dua pabrik Sigaret Kretek Tangan yang ditutup, cuma berjarak 4 kilometer dari kampung Iteng, di Desa Jatigono, Kecamatan Kunir, Lumajang.

Iteng menuding pemangkasan tenaga kerja ini bisa terjadi, lantaran kendali perusahaan rokok itu sekarang di bawah arahan Konsorsium Phillip Morris asal Amerika Serikat. Dia yakin, Sampoerna memang tidak lagi memiliki hasrat memproduksi kretek.

Sambil mengisap sebatang kretek dan mendudukan satu kaki di atas kursi ruang tamunya yang mungil, Iteng bercerita kepada merdeka.com, Sabtu (30/5), perihal permintaan Phillip Morris kepada para petani di daerahnya. Mereka diberi insentif yang sangat besar hanya untuk menanam tembakau jenis White Barley. "Whiter Barley itu untuk rokok putih, seperti marlboro, tidak bisa untuk rokok kretek," ujarnya.

Advertisement

Iteng mengakui, ada alasan mengapa pabrikan mendesak petani Lumajang menanam White Barley. Tanaman tembakau jenis itu tumbuh paling subur di kabupaten yang lebih dikenal sebagai penghasil pisang ini. "Kualitas White Barley di Kunir itu salah satu yang terbaik di dunia. Seperti tembakau srinthil di Temanggung," ujarnya sembari menyitir tembakau kualitas nomor satu sejagat asal Jawa Tengah yang kesohor lantaran harga per kilonya bisa mencapai jutaan rupiah.

Lambat laun, dia melihat skema kemitraan yang dijalankan anak usaha Sampoerna bertugas membeli tembakau, yakni PT Sadhana, sudah masuk tahap menyebabkan ketergantungan. Banyak petani kini tak boleh lagi menanam White Barley dalam sistem tumpang sari dengan cabai. Mereka wajib menanam bahan rokok putih itu saja. 

"Padahal dulu kan maksudnya petani ingin punya garansi. Kalau tembakau mereka rusak, ya masih ada cabai," ungkap Iteng.

Advertisement

Itu belum termasuk penolakan pabrik membeli hasil kerja keras mereka, lantaran tingkat residu pestisida tembakau petani Lumajang dianggap terlalu tinggi. Phillip Morris dalam setahun biasanya membeli 3.000 ton tembakau dari kerja keras para petani Kunir.

Meski sangat tergantung pada induk usaha H.M Sampoerna itu, dengan segala permintaannya, petani, kata Iteng, akan berusaha menuruti. Ini semata-mata urusan memenuhi nafkah keluarga.

Dari hasil panen satu hektar White Barley kualitas prima, petani bisa meraup Rp 90 juta. Dipotong biaya produksi Rp 40 juta sekali musim tanam, artinya mereka bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 50 juta. "Padi satu hektar tujuh ton, paling hebat dapat Rp 28 juta, itu belum dipotong biaya produksi. Jadi mana ada tanaman lain yang sepadan tembakau," kata Iteng.

Pria sekaligus menjabat Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia cabang Jawa Timur ini mengungkapkan ketergantungan lain, khususnya dari sisi buruh, setelah pabrik SKT dibuka pada 2012. Gaji yang diberikan di atas UMR, dan Sampoerna menyerap banyak tenaga kerja perempuan. Sesuatu yang tidak lazim di Lumajang.

Dua tahun terakhir, Iteng mengingat memang ada perubahan kebiasaan kaum hawa di desanya. Khususnya mereka yang bekerja di pabrik. "Di kampung jadi banyak sepeda motor, terus perabot-perabot rumah tangga banyak yang baru. Kalau orang desa, istilahnya gemi, hasil kerja itu harus dijadikan barang. Karena nafkah utama kan dari lelaki, jadi pendapatan para perempuan ini sebagai investasi," paparnya.

(mdk/arr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.