LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kuartal IV 2017, pendapatan industri asuransi jiwa tumbuh 21,7 persen capai Rp 254 T

Total pendapatan premi pada kuartal IV 2017 tumbuh sebesar 17,2 persen atau Rp 195,72 triliun, lebih besar dari 2016 pada periode yang sama hanya Rp 167,04 triliun. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya total premi bisnis baru dan premi lanjutan masing-masing sebesar 22,4 persen dan 8,4 persen.

2018-03-16 11:11:21
Asuransi
Advertisement

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan industri asuransi jiwa nasional tumbuh sebesar 21,7 persen di kuartal IV 2017. Pertumbuhan tersebut empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal yang sama hanya 5,19 persen.

Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim, menyampaikan total pendapatan (income) industri asuransi jiwa pada kuartal IV 2017 tercatat sebesar Rp 254,22 triliun. Bertumbuh 21,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp 208,92 triliun.

"Total pendapatan premi merupakan kontributor terbesar atas total pendapatan industri (income) industri asuransi jiwa, yakni sebesar 77 persen," kata Hendrisman di Kantornya, Jakarta, Jumat (16/3).

Advertisement

Total pendapatan premi, lanjutnya, pada kuartal IV 2017 tumbuh sebesar 17,2 persen atau Rp 195,72 triliun, lebih besar dari 2016 pada periode yang sama hanya Rp 167,04 triliun. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya total premi bisnis baru dan premi lanjutanmasing-masing sebesar 22,4 persen dan 8,4 persen.

Hendrisman menjelaskan pertumbuhan premi didorong oleh meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang meningkat sebesar 24,1 persen dan berkontribusi sebesar 45,9 persen. Dari saluran keagenan turut meningkat sebesar 11,8 persen dengan kontribusi sebesar 37,1 persen.

Selanjutnya saluran distribusi alternatif yang juga meningkat 12,1 persen dan berkontribusi sebesar 17,0 persen. Sementara pendapatan premi dari saluran distribusi telemarketing pun mengalami pertumbuhan sebesar 4,9 persen pada kuartal IV 2017.

Advertisement

Dalam hal jumlah investasi di kuartal IV 2017, turut mengalami peningkatan sebesar 22,8 persen menjadi Rp 486,20 triliun dibanding periode yang sama 2016 sebesar Rp 395,96 triliun.

"Tentunya, kenaikan di sejumlah indikator ini turut mempengaruhi pertumbuhan pada total asset sebesar 24,6 persen atau menjadi Rp 542,61 triliun, dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016 yakni sebesar Rp 435,53 triliun," tandasnya.

Baca juga:
Pentingnya penerapan transformasi digital di industri asuransi
BRI Life mulai program CSR donor darah di triwulan 1-2018
AJB Bumiputera siap beroperasi setelah restrukturisasi
Soal penyelamatan Asuransi Bumiputera, ini kata bos OJK
Penjelasan lengkap OJK soal pencabutan izin PT AXA Life Indonesia
Awal 2018, BRI Life sabet tiga penghargaan di ajang Prestige Brand Award 2018
Agen asuransi kemplang duit nasabah hingga Rp 200 juta buat DP mobil

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.