LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kuartal III 2017, Pertamina raup laba Rp 26,8 T turun 27 persen

Kinerja laba ditopang oleh pendapatan Pertamina yang naik 18 persen, yakni dari USD 26,62 miliar menjadi USD 31,38 miliar. Produksi minyak sepanjang Januari-September 2017 mencapai 342.000 barel per hari (MBOPD) atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode sama 2016 sebesar 309 MBOPD.

2017-11-02 19:00:43
Pertamina
Advertisement

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Elia Massa Manik, mengatakan Pertamina meraup laba sebesar USD 1,99 miliar atau setara Rp 26,8 triliun per kuartal III 2017. Laba kuartal ini turun 27 persen dibanding USD 2,83 miliar periode sama tahun lalu.

Massa menjelaskan, kinerja laba ditopang oleh pendapatan Pertamina yang naik 18 persen, yakni dari USD 26,62 miliar menjadi USD 31,38 miliar. "Berbagai peningkatan kinerja operasi dan efisiensi sehingga Pertamina masih mampu mencatat laba. Pertamina juga secara maksimal melakukan langkah-langkah penghematan dari pengadaan di sektor hulu dan hilir tanpa mengganggu operasional dan tidak mengurangi kualitas," kata Massa, dalam sebuah acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/11).

Selain itu, Massa menegaskan kebijakan BBM satu harga yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo tidak membuat Pertamina merugi. "Pertamina masih tetap bisa mencatatkan laba, ditengah penugasan dalam penyediaan BBM bagi masyarakat di seluruh lndonesia, dengan harga sesuai ketetapan pemerintah," ujarnya.

Penurunan laba terjadi justru seiring peningkatan harga minyak mentah (Indonesia Crude Price/ICP) sebesar 29 persen secara rata-rata selama 9 bulan di 2017 dibanding periode yang sama di 2016. Dia menjelaskan, jika harga BBM disesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia, maka seharusnya pendapatan Pertamina bisa mencapai USD 32,8 miliar dan nett income USD 3,05 miliar.

"Selisih pendapatan tersebut telah dikembalikan sebagai kontribusi Pertamina kepada masyarakat, untuk menutup selisih harga jual BBM sebesar USD 1,42 miliar (sekitar Rp 19 triliun), belum termasuk kontribusi dalam bentuk PPN dan PBBKB," jelasnya.

"Sesungguhnya nilai tersebut sangat dibutuhkan Pertamina untuk investasi di sektor hulu, kilang dan proyek-proyek strategis lainya."

Kinerja keuangan Pertamina, lanjutnya, juga disokong oleh produksi minyak sepanjang Januari-September 2017 mencapai 342.000 barel per hari (MBOPD) atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode sama 2016 sebesar 309 MBOPD.

Sedangkan, produksi gas tumbuh 4 persen dari 1.953 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada periode Januari-September 2016, menjadi 2.030 MMSCFD pada periode yang sama 2017. Sehingga total produksi minyak dan gas mengalami kenaikan 7 persen, dari 646.000 barel setara minyak per hari (MBOEPD) menjadi 693.000 MBOEPD.

Sementara itu, kinerja panas bumi mengalami pertumbuhan cukup signifikan yakni 31 persen dari 2.233 Giga Watt Hour (GWh) pada sembilan bulan pertama 2016 menjadi 2.932 pada periode sama 2017.

"Peningkatan produksi geothermal Pertamina menunjukkan komitmen tinggi perusahaan terhadap pengembangan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, serta mendorong peningkatan rasio elektrifikasi dari panas bumi dengan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tanaga panas Bumi yang saat ini mencapai 587 MW."

Baca juga:
Pelanggan Telkomsel bisa tukar poin dengan BBM di SPBU Pertamina
Cegah kepunahan, Pertamina EP bantu pantau konservasi tuntong laut
4 Fakta soal SPBU Vivo, termasuk harga bensin lebih murah dibanding Pertamina
Ini daftar harga bensin di SPBU Vivo, lebih murah dibanding Premium Pertamina
Harga bensin di SPBU Vivo lebih murah dibanding Premium Pertamina, ini kata Jonan
November, PGN dan Pertagas mulai bangun pipa gas Duri-Dumai
Puluhan 'zombie' unjuk rasa tolak PHK massal PT Pertamina

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.