LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kuartal I-2017, Bank Mandiri raup laba bersih Rp 4,1 triliun

Meningkat sebesar Rp 262 miliar ketimbang periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,81 triliun.

2017-04-25 18:55:39
Bank Mandiri
Advertisement

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp 4,1 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Itu meningkat sebesar Rp 262 miliar ketimbang periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,81 triliun.

"Melalui penguatan fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri ingin mempertegas peranan sebagai agen pembangunan yang ingin berkontribusi maksimal dalam merealisasikan program-program strategis pemerintah," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Jakarta, Selasa (24/4).

Adapun komponen berperan dalam peningkatan laba adalah pertumbuhan kredit sebesar 14,2 persen. Dari Rp 574,7 triliun menjadi Rp 656,2 triliun.

Advertisement

Sementara itu, rasio NPL gross berada di level 3,98 persen. "Meskipun secara tahunan NPL Gross naik 80 basis poin (bps), namun nilainya relatif membaik apabila dibandingkan posisi Desember 2016," ujar Kartika.

Penaikan laba perseroan juga ditopang oleh peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 8,4 persen menjadi Rp 18,68 triliun dari sebelumnya Rp 17,24 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari pertumbuhan bunga bersih dan premi bersih sekitar 3 persen menjadi Rp 13,4 triliun dari Rp 13,03 triliun.

Sementara, pendapatan atau jasa (fee based income) naik menjadi sebesar Rp 5,25 triliun dari sebelumnya Rp 4,20 triliun.

Advertisement

"Fee base income selama satu setengah tahun terakhir kami lebih banyak dari banking, kemudian pendapatan foreign exchange yang meningkat dan dari sindikasi. Kami harapkan kita nasabah online semakin banyak sehingga kita bisa melakukan efisiensi di cabang."

Perseroan juga mencatatkan penaikan biaya operasional sebesar 3,8 persen menjadi Rp 7,9 triliun. Adapun total aset mencapai Rp 1.034,4 triliun, meningkat 14,1 persen dari sebelumnya Rp 906,73 triliun.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.