Kuartal I-2014, OCBC NISP salur kredit Rp 63,3 triliun
Naik 18 persen.
PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 63,6 triliun pada kuartal I-2014. meningkat 18 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar Rp 53,7 triliun.
Adapun rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross per 31 Maret 2014 di angka 0,8 persen. Rasio NPL tersebut jauh di bawah ketentuan maksimum Bank Indonesia sebesar 5 persen.
"Kami terus meningkatkan kualitasnya secara berkesinambungan," ujar kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (29/4).
Dari total portofolio kredit yang disalurkan, 42 persen berbentuk modal kerja, sedangkan 39 persen diperuntukkan untuk investasi. Adapun 19 persen dari total kredit disalurkan untuk kredit konsumer.
Penyaluran kredit terbesar berada pada sektor perdagangan dan perindustrian dengan persentase masing-masing sebesar 25 persen, kemudian diikuti oleh sektor jasa 22 persen, pertanian dan pertambangan 7 persen, konstruksi 2 persen dan lainnya 19 persen.
"Kami terus menjaga kualitas kredit antara lain dengan melakukan diversifikasi sektor usaha, besaran setiap pinjaman, dan jangka waktu," jelas dia.