Kuartal I 2014, Laba Bank Mutiara tergerus Rp 18,6 miliar
Pada kuartal I 2014 asset perusahaan mencapai Rp 13,4 triliun.
Sepanjang tahun lalu, PT Bank Mutiara Tbk mencatat kerugian sebesar Rp 1,13 triliun. Padahal tahun sebelumnya bank yang semula bernama Bank Century ini sukses meraup keuntungan Rp 145,3 miliar.
Kerugian ini disebabkan penurunan nilai aset keuangan di kredit perseroan yang naik menjadi Rp 857,58 miliar. Beban operasional perseroan melonjak drastis dari Rp 309 miliar di 2012 menjadi Rp 1,412 triliun di akhir 2013, Belum lagi beban bunga yang mencapai Rp 1 triliun dari sebelumnya hanya Rp 841 miliar.
"Meskipun mengalami kerugian pada 2013, di kuartal I 2014 perusahaan masih berhasil mencetak laba sebesar Rp 12,1 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya laba ini turun, yaitu dari Rp 18,6 miliar," ujar Corporate Secretary Bank Mutiara Rohan Hafas dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (15/4).
Pada kuartal I 2014 asset perusahaan mencapai Rp 13,4 triliun, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 11,2 triliun, penyaluran kredit sebesar Rp 10,2 triliun dan ekuitas Rp 1,4 triliun.
"Kami fokus mengelola bank dengan mengedepankan asas kehati-hatian serta proses penyelesaian kredit bermasalah. Kami optimistis kredit bermasalah tersebut dapat diselesaikan secara baik dan berkontribusi positif terhadap kinerja Bank Mutiara pada tahun ini," jelas dia.
(mdk/noe)